denny siregar

Bahasa Inggris Jokowi

 

Tentu pada posisi itu Jokowi kalah jauh. Jangankan pake bahasa Inggris, kadang pake bahasa Indonesiapun Jokowi terlihat lemah karena ia memang bukan orator.

Jokowi tidak pernah menghabiskan tahun-tahunnya dengan bersekolah diluar negeri. Ia datang dari keluarga miskin, yang untuk sekolah saja harus berfikir membiayai dirinya sendiri. Jadi wajar saja jika ia tidak akrab dengan bahasa diluar bahasa ibunya sendiri.

Wahai Tenaga Kerja, Musuhmu Bukan Aseng

 

Karena apa ? Banyak faktor. Mulai pendidikan yang tidak mengandalkan ketrampilan bekerja sampai konsentrasi pembangunan yang terpusat banyak di pulau Jawa.

Jadi, jangan salahkan Jokowi saja kalau tenaga kerja kita banyak berkumpul di pabrik-pabrik sebagai buruh, bukan sebagai profesional. Mereka datang dari banyak pulau yang bertani bukan lagi pilihan karena tidak berkembang.

Pemimpin yang Sudah Selesai dengan Dirinya Sendiri

 

Pada titik ini, seorang Jokowi sudah merasa cukup, tidak perlu menumpuk harta segunung untuk tujuh turunan. Tidak perlu sibuk membangun dinasti dalam sebuah partai. Tidak perlu cemas memikirkan anaknya terlibat narkoba ataupun kejahatan yang memalukan nama keluarga. Isteri setia yang mendampinginya kemana-mana dan kebahagiaan ketika bersama cucunya jalan-jalan.

Apa yang kurang pada Jokowi ?

Cak Imin Everywhere

 
Tujuannya satu, yaitu jadi Calon Wakil Presiden. Agak aneh memang, dimana-mana orang berlomba jadi Capres, eh cak Imin cukup jadi cawapres.
 
Kenapa Cawapres ? Karena cak Imin mungkin tahu bahwa jadi Capres itu berat, biar Dilan saja.. eh. Karena itu yang paling mungkin adalah Cawapres. Disini kita bisa ambil positifnya, bahwa sikap tahu diri itu sungguh berharga..
 

Jambu Biji Jalan ke Surga

 

Kenapa jambu biji ? “Saya tanami jambu biji supaya orang yang lewat bisa makan jambu sepuasnya. Saya tahu mereka pasti haus dan lapar. Saya dapat pahala supaya bisa masuk surga..” kata Irian Barat.

Menarik cara memandang “pahala dan surga” dari sisi petani kecil seperti Irian Barat ini. Ia tidak melihat surga dengan konsep masyarakat umumnya. Beribadah ritual yang kuat supaya diberi kunci menuju kesana. Atau membangun rumah2 ibadah yang besar supaya Tuhan betah menginap disana..

Umat Baperan

 

Tapi sebenarnya lebih banyak yang maki2 dengan kata2 “bangsat, anjing dsb”nya. Lucunya habis maki2 dia mengaku pula “kami umat Islam”..

Saya bingung. Seandainya dulu Rasulullah ketika menyebarkan petunjuk keselamatan kepada bangsa arab yang bebal dan bodoh pada waktu itu, apakah beliau menyebarkan dengan makian seperti anjing bangsat dan segala macam ?

Tentu tidak. Malah beliau yang dimaki-maki mereka..

Pages