denny siregar

Kartel

 

Dengan bersatunya mereka menguasai pasar Meksiko dan Amerika, maka tidak ada lagi persaingan harga. Harga produksi ganja yang hanya 30 ribu per gram misalnya, mereka jual dengan harga 300 ribu. Tidak ada yang bisa mengalahkan mereka, karena begitu kuatnya jaringan itu. Pemasok kecil yang tidak bekerjasama dengan mereka bisa dipastikan hancur, bangkrut atau bahkan mati.

Membenturkan Muhammadiyah dengan Jokowi

 

Kenapa Dahnil menyeret Jokowi dan pemerintahannya dalam kasus ini ? Semua itu berhubungan dengan Pilpres dan Pileg yang akan diselenggarakan 2019 mendatang.

Dalam Pilpres kita tahu bahwa Dahnil sendiri adalah juru bicara Prabowo Sandi. Dan ia punya kepentingan membawa nama Muhammadiyah dalam kasusnya, karena Muhammadiyah sebagai organisasi tidak bermain politik praktis.

Prabowo dan Merah

 

Ia adalah seorang Raja. Seorang Sultan. Ndoro. Dan ini benar-benar terpatri dalam benaknya.

Kita tidak pernah melihat Prabowo sendirian di tempat-tempat umum. Ia selalu dikawal orang banyak yang siap sedia menyediakan kebutuhannya, bahkan jika perlu menalikan tali sepatunya. Mereka para hulubalang yang selalu menundukkan dirinya menunggu perintah "Boss of the Boss". Silap sedikit, bisa kena marah..

Mari Lawan Radikalisme Bersama Banser dan Ansor

 

Kasus Meiliana adalah contoh buruk yang masih kita ingat, dimana hanya karena ia meminta supaya toa dikecilkan, ia malah dihukum penjara 1,5 tahun lamanya karena dianggap "menyinggung" si mayoritas..

Barisan Pemuda Ansor dan Banser yang pertama menyuarakan kegelisahan ini. Mereka merasa bahwa situasi akan berjalan ke arah yang lebih buruk jika ini dibiarkan..

Freeport dan Keras Kepalanya Jokowi

 

Soekarno yang menentang penguasaan asing terhadap sumber daya alam Indonesia, dijatuhkan. Soeharto langsung mensahkan UU no 1 tahun 1967 sesudah itu.

"Freeport adalah perusahaan asing pertama yang menandatangani kontrak dengan rezim baru di Jakarta dan menjadi aktor ekonomi dan politik utama di Indonesia," tulis Denise Leith dalam Politics of Power: Freeport in Suharto's Indonesia (2003).

Asal Bukan Dedi?

 

Sejak kemunculannya di dunia politik, Dedi Mulyadi sudah menjadi sosok kontroversial. Ia seperti Ahok dalam sosok dan tujuan yang berbeda. Jika Ahok ingin menjadikan Jakarta menjadi kota metropolitan, Demul ingin mengangkat harkat dan martabat Sunda kembali ke permukaan..

Dia sering menggunakan baju dengan tulisan di dada "Dangiang Ki Sunda" yang bisa berarti Wibawa urang Sunda. Kesundaannya dia jadikan sebagai ideologi bahwa sudah seharusnya urang Sunda mampu tegak dengan kepala berdiri..

Pages