denny siregar

Pecat PNS Malas

"Kok, enak banget ya mereka ?" Begitu pikir saya waktu itu. 

Saya lalu bertanya-tanya ke sekitar dan dapat jawaban yang menyakitkan, "Ya, susah berhadapan sama PNS malas, bang. Mereka gak bisa dipecat meski kinerja mereka buruk tidak keruan. Akhirnya cuman dipinggirkan doang, makan gaji buta. Dan sialnya, mereka senang karena bisa nyambi cari sampingan.."

Tsamara Terlalu Muda untuk Jadi Menteri?

Ah, benarkah ?
Coba kita berkaca sedikit pada Malaysia. 

Dengan situasi pro dan kontra yang sama, Mahathir Mohammad mengangkat Syed Shaddiq Syed Abdulramah yang baru berusia 25 tahun menjadi Menpora. 

Syed Shaddiq juga belum punya banyak pengalaman di politik. Ia adalah pemimpin sayap pemuda Partai Pribumi Bersatu Malaysia yang dikomandoi Dr. Mahathir. Ia juga berhasil menjadi anggota parlemen, sebelum diminta menjadi Menpora.

Gus Dur, In Memoriam

 

Baru itu saya mendengar sebuah cetusan lugas dan jujur dari seorang tokoh yang membuat saya tertawa terbahak. Kata itu sebenarnya sudah ada di benak, tetapi hanya Gus Dur yang mempu mengeluarkannya dengan tepat.

Ada kerinduan dari hati kecil saya terhadap sosok seseorang yang bisa bersuara jujur ditengah muaknya saya dengan kemunafikan. Gus Dur adalah mentor imajiner saya dalam mengeluarkan tusukan-tusukan kata yang lembut tapi menikam.

Kartel

 

Dengan bersatunya mereka menguasai pasar Meksiko dan Amerika, maka tidak ada lagi persaingan harga. Harga produksi ganja yang hanya 30 ribu per gram misalnya, mereka jual dengan harga 300 ribu. Tidak ada yang bisa mengalahkan mereka, karena begitu kuatnya jaringan itu. Pemasok kecil yang tidak bekerjasama dengan mereka bisa dipastikan hancur, bangkrut atau bahkan mati.

Membenturkan Muhammadiyah dengan Jokowi

 

Kenapa Dahnil menyeret Jokowi dan pemerintahannya dalam kasus ini ? Semua itu berhubungan dengan Pilpres dan Pileg yang akan diselenggarakan 2019 mendatang.

Dalam Pilpres kita tahu bahwa Dahnil sendiri adalah juru bicara Prabowo Sandi. Dan ia punya kepentingan membawa nama Muhammadiyah dalam kasusnya, karena Muhammadiyah sebagai organisasi tidak bermain politik praktis.

Prabowo dan Merah

 

Ia adalah seorang Raja. Seorang Sultan. Ndoro. Dan ini benar-benar terpatri dalam benaknya.

Kita tidak pernah melihat Prabowo sendirian di tempat-tempat umum. Ia selalu dikawal orang banyak yang siap sedia menyediakan kebutuhannya, bahkan jika perlu menalikan tali sepatunya. Mereka para hulubalang yang selalu menundukkan dirinya menunggu perintah "Boss of the Boss". Silap sedikit, bisa kena marah..

Pages