denny siregar

Separatis dan Radikalis

Separatis berusaha memisahkan diri dari Indonesia. Mereka melakukan demo-demo supaya daerah mereka pisah dari Indonesia.

Untuk Papua barat, ketua kelompok ini bernama Benny Wenda. Dia sekarang tinggal dengan nyaman di Inggris, tepatnya di Oxford. Bulan Juli kemarin, Dewan kota Oxford memberikan penghargaan kepada Benny Wenda sebagai "pejuang kemerdekaan".

Pemberian penghargaan ini diprotes keras oleh KBRI di London dan menyatakan, "Itu melukai hati rakyat Indonesia.."

Enzo, Denny dan Birgaldo

Berbeda jika saya dan Abu Kumkum berbeda pendapat. Biasanya pendapatan saya diminta sama Abu Kumkum. Sementara pendapatan Abu Kumkum gak mau dikasih ke saya. Lalu kami berdebat keras. Kumkum menempelkan dua tangannya ke telinga sambil menjulur-jukurkan lidahnya-- Weekksss

Saya pun membalas : Weekkksss...

Lihat, cara kami berdebat gak berkelas sama sekali kan? Gak usah ditiru.

Kurban

Ada perbedaan makna besar antara korban dan kurban. Korban adalah situasi dalam keadaan terpaksa. Sedangkan kurban adalah penyerahan diri terhadap kebaikan. Sebuah penghambaan. 

Dan Ahok berada pada situasi keduanya. Pada fisiknya ia seorang korban. Tetapi dalam nilai spiritualnya, ia melakukan kurban.

Ia menghambakan dirinya pada mereka yang menyalibnya. "Ini takdir gua. Biar gua jalani dengan senang.." Katanya dengan nada ceria setahun sesudah kejadian.

Sama Babi Takut, Sama Buku Cemberut

Setelah berhasil menutup restoran babi, kembali salah satu ormas dengan judul "Brigade Muslim" menyisir buku yang mereka anggap terlarang dan berhaluan marxisme dan komunisme. Gak tanggung-tanggung, mereka menyita buku di salah satu jaringan toko buku besar Gramedia.

Dan hebatnya, ormas-ormas ini berhasil melakukan aksinya tanpa perlawanan sedikitpun.

Takut Sama Babi

Apakah saya merasa jijik ? Tidak. Mereka makan, saya ngopi menemani.

Saya memang tidak makan babi. Dari semua perbuatan haram yang pernah saya lakukan waktu masa jahiliyah dulu, makan babi tidak masuk dalam hitungan. Bukan makan babi aja sih, makan kodok juga gak pernah. Mungkin karena doktrin sejak kecil dan saya tidak pernah mau bertanya kenapa. Ya gak suka gak suka aja.

Emang Enak jadi Menteri-nya Jokowi?

Adian benar. Ia realistis. Jadi menteri kalau Presidennya Jokowi memang ampun beibeh. Bukannya enak duduk tenang dapat jabatan, yang ada disiksa habis-habisan.

Jokowi emang gila kalau kerja. Dia bukan tipikal pemimpin dibelakang meja. Ia bukan hanya merencanakan, membangun visi ke depan, tetapi juga turun ke jalan untuk memastikan apakah kerja Menterinya beneran atau "Asal bapak senang.."

Pages