denny siregar

Menggebuk Islam Radikal

 

Tidak banyak yang paham bagaimana sebuah virus berbahaya menumpang dalam agama Islam dan menyebarkan kerusakan di seluruh dunia. Bahkan ketika ISIS sudah memamerkan kekejamannya, masih banyak yg belum mampu membedakan mana ustad yang radikal dan yang bukan..

Banyak orang terjebak aksesoris yang dipakai seseorang. Jika dia bersorban, bergamis, megang tasbeh dan mulutnya sering melontarkan bahasa2 arab, maka gelar ustad pun disandangkan kepadanya.

Halusinasi Denny Siregar

 

Separuh dari calon pembesuk terbang dari luar kota. Saya mengusulkan titik kumpul di Margocity Mall, Depok. Sebagai mall yang paling dekat dengan Kelapa Dua. Jumat jam 13.00,

Sial. Sehari sebelum jadwal, tiba-tiba saya disergap perkerjaan yang susah untuk dihindari. Mau ditunda, klien meminta selesai sebelum libur panjang. Jika dituruti saya kehilangan kesempatan menjenguk Ahok.

Kita yang Durhaka pada Pancasila

 

Rasa frustasi yang meningkat selama beberapa waktu melihat kondisi negara yang acakadut karena intimidasi ormas berbaju agama yang bertujuan merubah dasar negara, membuat saya muntap.

Langsung saya mengangkat tangan dan minta bicara. Saya genggam mic di depan dan suara saya keluar dengan bergetar.

"Pemerintah ini seperti tuan rumah yang lemah, yang bahkan harus meminta ijin tamunya hanya untuk ke toilet saja.

Pak Jokowi, Apakah Kami Sudah Mencuri Perhatianmu?

 

dirinya lagi..

Kami beda suku, agama dan ras, pak. Tapi kami saling mencintai. Karena apapun kami, kami adalah saudara dalam merah putih.

Pak Jokowi, dengarkan suara kami..

Lihat betapa kami ada di belakangmu, ratusan ribu, untuk menngembalikan tatanan negeri ini yang telah rusak oleh oknum yang mengaku, "kamilah pedang keadilan di negeri ini.."

Surat untuk Eep Saefuloh dari Denny Siregar

 

Dan kang Eep menjawab, "Dengan segala hormat kepada orang tua saya, guru saya, Pak Syafii Maarif... Rekonsiliasi harus dilakukan secara tuntas. Saya ingin katakan gubernur Jakarta harus bekerja dan berfikir dengan cara baru, dia harus menjadi Nelson Mandela yang setelah 27 tahun dipenjara menjadi Presiden di Afrika Selatan dia tidak membawa dendam ke kursi kekuasaannya.

Netral Bukan Pilihan Lagi

 

Mereka menunggangi orang2 yang haus kekuasaan
Yang tidak sadar sudah bermain bola api ditangan
Dengan membantu membuka jalan mereka untuk menguasai negeri ini..

Ketika para radikalis itu menguasai semua elemen pemerintahan
Lihatlah ibumu ditelanjangi di tepi jalan
Lihatlah saudarimu diperkosa hanya karena dianggap kurang beriman
Lihatlah anakmu digantung hanya karena bermain layang-layang..
Atau bapakmu tergeletak tanpa kepala di pinggir jalan..

Semua Terbalik pada Waktunya, Tuhan pun Bisa Istirahat

Akhirnya toko komputer gembira, karena ada pengadaan UPS lagi dengan harga yang menjulang..

Akhirnya DPRD bersorak, "horeee bisa kompakan lagi eksekutif ma kita.."

Sakit bagi orang lain, bisa jadi kenikmatan bagi mereka yang punya sudut pandang berbeda.

Mencoba melihat dari sudut pandang kaum bumi datar itu tidak sulit, asal mau susah payah punggung nempel di tembok dengan kepala di bawah dan kaki di langit-langit..

Pages