Demokrat

Politik Gerindra, Politik All You Can Eat

 

Melalui Ijtima Ulama I, manuver PKS berhasil. Nama Salim Segaf diusulkan mendampingi Prabowo. Nama lain, Somad kayaknya cuma aksesoris. Mana mungkin mereka mau mendorong Somad yang gak bisa membedakan tol laut dengan kapal selam.

Jadi penceramah yang melawak di atas podium, Somad ok-lah. Tapi untuk jadi Cawapres kayaknya belum ada potongan. Makanya hasil Intima Ulama I itu bisa dibaca cara PKS menekan Prabowo untuk memilih Salim Segaf.

Koalisi PADI Berantakan, Suasana Sangat Tegang

Ilustrasi

Rapat yang cuma diikuti 3 parpol pengusung Prabowo itupun konon berjalan tegang karena tidak ada kesepakatan mengenai logistik yang akan dipakai untuk kampanye. PKS dan PAN konon meminta Sandi yang menyediakan, tapi PADI meminta parpol pengusung bisa memberdayakan dan memobilisasi kadernya secara swadaya. Tensi rapat dikabarkan memanas saat membahas hal itu, terutama saat PAN dan PKS menanyakan komitmen sebelumnya yang belum tuntas, sehingga akhirnya dihentikan.

Skandal Rp 1 T

Ilustrasi

Dari sisi etika politik, skanda mahar 1 T jelas praktik politik yang cacat moral. Sebab dipilihnya Sandiaga Uno sebagai bakal calon wakil presiden bukan karena kompetensinya di bidang politik maupun pelayanan publik (mengingat sebagai wakil gubernur DKI yg belum genap setahun , tidak ada rekam jejak yang menonjol), melainkan karena semata-mata faktor ke-TAJIR-an ataupun kemampuan menyediakan mahar politik maupun logistik.

Siapa Pemilik Uang Rp 1T yang Diberikan Ke PKS dan PAN?

Ilustrasi

Masih ingat rekaman PAPA MINTA SAHAM dimana didalamnya ada obrolan seorang mafia migas menggelontorkan 500 milyar untuk membantu pasangan Prabowo-Hata Rajasa di pilpres 2014?
Masih ingat komentar Prabowo agar Indonesia menghormati Amerika,justru disaat pemerintah RI berjuang merebut saham mayoritas PT.FI ?
Bisa jadi semua kebijakan ttg Freeport àkan direvisi, Rokan 2021 tdk jadi kembali kepangkuan anak negeri, Blok Masela tdk 100% di kelolah Pertamina.

Dibohongi (Lagi) Pakai Prabowo

Ilustrasi

SBY sempat menawarkan "kompensasi" agar PAN dan PKS juga merekomendasikan AHY sebagai Cawapres Prabowo. Sedangkan Prabowo membaca hal ini sebagai langkah catur dari SBY untuk mengambil alih nahkoda koalisi karena "kompensasi" akan diberikan secara bertahap kepada PAN dan PKS hingga hari H pemilihan. Prabowo langsung meiakukan intercept atas strategi Cikeas dengan aksi borong melalui Sandi dengan kompensasi yang sama namun dengan format lebih baik dari yang ditawarkan Cikeas.

Partai Remahan Rengginang

 

Wajar saja Prabowo cuek. PKS boleh ngotot, tetapi apa yang ditawarkan untuk Prabowo?

Di internal PKS sendiri saling cakar-cakaran. Konflik panjang faksi Anis Matta dan faksi Sohibul Iman sampai sekarang gak kelar juga. Bahkan di berbagai daerah banyak caleg dari PKS memilih mundur. Itu terjadi akibat kebijakan DPP PKS yang memaksa semua caleg menandatangani surat pengunduran diri. Dengan surat pernyataan itu, nanti anggota legistaltif dari PKS kapan saja bisa dipecat dari kursinya.

Ini Penyebab Kesekian Kalinya Prabowo Gagal Jadi Presiden

Ilustrasi

Intinya, pak Prabowo tidak cuma merasa butuh dekat dengan pak Rizieq dan FPInya. Musuh pak Rizieq dan FPI pun didekatinya juga supaya pak Said Aqil Sirot bersama warga NU-nya ikut mendukung pak Prabowo. Lucunya, tidak hanya pengikut pak Rizieq yang benci pak Said Aqil Sirot. Pendukung pak Prabowo di medsos pun banyak juga yang tidak menyukai pak Said Aqil Sirot.

Wasekjend Demokrat Siap Koalisi dengan Setan, Apa yang Bakal Terjadi?

 

Dan kali ini pernyataan mengerikan diungkapkan Wakil Sekjen DPP Partai Demokrat, Rachland Nashidik. Orang lawas di kancah perpolitikan Indonesia ini menyatakan siap berkoalisi dengan setan demi nafsunya untuk ganti presiden.

“Saya mau ganti Presiden! Kalau demi itu saya harus bekerja sama dengan setan, saya akan lakukan. Apalagi cuma kerjasama dengan Prabowo,” demikian ujar Rachland Nashidik dalam cuitan di akun Twitter-nya,

Pages