demokrasi

Rekonsiliasi dengan Bagi-Bagi Kursi?

Dugaan saya yang lain, kencangnya kubu Paslon 02 meneriakkan kecurangan pada sengketa Pilpres di MK bisa jadi hanya strategi untuk mendapatkan perhatian dan menaikkan posisi tawar mereka kepada pemerintah. Dugaan saya sepertinya terkonfirmasi dengan adanya beberapa pernyataan dari elite kedua kubu yang mendorong terjadinya rekonsilasi. 

Dinamika Politik Dan Kekeliruan Yang Dibenarkan Masyarakat

ilustrasi

Ketua Kajian Ilmu Dakwah IAIN Walisongo Semarang, Misbahul Ulum, dalam artikel berjudul 'Meluruskan Makna Jihad' berpendapat, jihad adalah ajaran vital dalam Islam. Bahkan, Rasulullah memosisikan jihad sebagai salah satu amal yang paling dicintai oleh Allah setelah amalan shalat dan berbakti kepada orang tua. Jihad juga wujud tanggung jawab seorang muslim terhadap agamanya.

Narasi Rindu Khilafah

ilustrasi

Menariknya, negara-negara yang tadinya berdiri dengan identitas agama, ikut berubah. Termasuk negara-negara yang penduduknya mayoritas muslim. Negara berdiri dalam identitas beragam, dari sisi agama maupun etnis. Bentuk kerajaan pun ramai-ramai ditinggalkan. Negara-negara republik berdiri. Yang masih mempertahankan bentuk kerajaan, tidak mengambil bentuk monarki absolut, tapi berperilaku mirip dengan negara-negara republik.

Pastikan Pilihan Kita Untuk Jokowi

ilustrasi

Dalam konstelasi pilpres yg tinggal 10 hari ini, kita tidak perlu bingung apalagi galau kenapa kita bisa beda pilihan dengan teman kita, saudara kita, adik kita, kakak kita, bahkan isteri atau suami kita. Itulah demokrasi. Kita heran dgn mereka knp milih si A, merekapun heran dengan kita knp milih si B. Masing2 punya latar belakang, alasan dan pemahaman sendiri2. Kita tidak mungkin mengharapkan setiap orang memiliki pemahaman yg sama dengan kita.

Wakil Rakyat Cukup 2 Periode

ilustrasi

Ketiga, Partai Politik menjadi beban bagi Demokrasi dan Negara. Demokrasi memang mensyaratkan keberadaan Partai Politik. Namun apa lacur kalau Partai Politik minim kontribusi dan bahkan cenderung menjadi beban ? Bagaimana tidak menjadi beban apabila para elit yang bercokol sekaligus di struktur partai maupun lembaga wakil rakyat hanya memikirkan bagaimana berkuasa selama mungkin sehingga segala akses ke sumber daya dan sumber dana diarahkan untuk mencapai tujuan itu.

Pages