Dedikasi

Non Verbal Jokowi

ilustrasi

Dalam selang waktu 5 tahun, saya tidak melihat banyak perubahan dalam gestur Pak Jokowi. Ia masih sosok bersahaja, terbuka, tak banyak bicara, dan terus bekerja. Kalaupun ada sedikit perubahan agresivitas beliau dalam pidato kampanye dan debat capres, itu adalah akibat dari kegeraman yang ditahan menghadapi fitnah dan cerita bohong yang diciptakan oleh musuh-musuhnya selama ini. Namun Pak Jokowi tak bergeming. Ia tabah dan kuat.

Nahdlatul Ulama, Pandangan Dari Seorang Kristen

ilustrasi

Yang kedua adalah komitmen NU untuk menjaga kedaulatan dan integritas bangsa ini. Secara kasat mata, orang mungkin melihat simbolnya saat Banser NU menjaga gereja-gereja. Tapi ternyata komitmen tersebut jauh lebih dalam dari sekedar menjaga gereja. NU yang didirikan tahun 1926 punya semua resep untuk menjadikan Indonesia sebagai negara Islam, kalau mereka mau.

Lelaki Rajawali

Ilustrasi

Ketika orang lain menyangka dia sakit hati dan marah pada orang-orang yang menjebloskannya ke dalam penjara, Ahok malah berkata sudah menerima dan memaafkan mereka.

Ketika orang lain menyangka dia patah dan terkulai karena Jokowi memilih Ma'ruf Amin yang fatwanya sangat berperan menjebloskannya ke dalam penjara, Ahok malah ingin berkampanye memenangkan mereka.

11 Ijtihadku Memilih #2019TetapJokowi

Ilustrasi

Kedua, Jokowi itu manusiawi. Jokowi tidak angker dan bukan sosok pemarah. Dia bukan tipe pemimpin yang asal sikat jika sedang merencanakan sebuah rencana kerja. Bila dia ingin merelokasi pedagang kaki lima, dia akan ajak mereka bicara. Dia siapkan alternatif-alternatif lahan penghidupan bagi mereka. Jokowi tahu, semua manusia sekecil apapun harus dimanusiakan, bukan diperlakukan dengan akal-akalan dan semena-mena. Kita sudah lama menyaksikan pemimpin arogan yang langsung kirim preman atau 

Mas Hasto

Ilustrasi

Tiba di Blitar saya bahagia berada di keluarga besar PDIP. FYI, saya outsider, bukan politisi di sana, tapi bisa di ribuan kader, politisi, simpatisan & pecinta proklomator itu. Bahagia saya dipercaya oleh beliau & teman2 partai ini. Malam itu saya melebur bareng tokoh2 nasional, jumpa Kiai Said yang didapuk mimpin tahlil & tawsiyah. Semua hotel & losmen fulbok. Nah, di sini kisah itu. Jujur, kalau bukan dekat mas Hasto, tim lingkaran 1 beliau, rasanya gak dapat hotel.

Pages