Deddy Mizwar

Menyetop Mahar Politik

Ilustrasi

Melihat kenyataan praktek politik menjelang Pilkada yang sedemikian kotor ini saya jadi berpikir keras bagaimana caranya ke depan bangsa ini keluar dari praktek-praktek politik transaksional seperti ini.

Lalu sayapun kemudian menemukan jawabannya, bahwa seharusnya biaya kampanye Pilkada tak seharusnya dibebankan pada sang calon melainkan pada partai pengusungnya.

Dibalik Tangisan "Bombay" Deddy Mizwar"

Ilustrasi

Oleh : Josef H Wenas

Ada yang hal sama antara drama “Tangisan Deddy Mizwar” yang dicemooh banyak orang belakangan ini, dengan lagu-lagu dangdut semacam “Hamil Sama Setan” (Ade Farlan), “Paling Suka 69” (Julia Perez), “Wanita Lubang Buaya” (Mirnawati), “Mobil Bergoyang” (Asep Rumpi dan Lia MJ), “Hamil Duluan” (Tuty Wibowo).

Dalam bahasa dagang mereka semua berbicara kepada pasar yang sama. Sedangkan dalam bahasa politik, konstituen yang sama.

Pages