Debat Capres

Sandiaga Uni dan Prabowo yang "Memukau"

 

Tapi - begini saja: Anggaplah semua program yang ditawarkan oleh penantang kubu 02 memukau, banyak terobosan, ‘something new’ dan ‘visioner’. Seperti yang dijanjikan para pendukungnya itu. Nggak usah bahas program Jokowi-Amin lagi ; karena “cuma” melanjutkan yang dicapai sebelumnya dan menyempurnakannya .

Logika Sesat Pendukung Prabowo Hitung Soal Panjang Jalan Desa

ilustrasi

Dengan asumsi 1m3 menggunakan 10 sak semen 50kg, maka ketemu 1.146.000.000 sak.

Nah disinilah mengubah satuan dari sak ke kg, dia melakukan kesalahan fatal. Dia menyebut dengan satu sak 50kg, maka beratnya menjadi 57.3 Milyar Ton Semen. Kalau pengali kg, tentu hasilnya seharusnya kg.

Dukung Jokowi, dan Prabowo

Gubrakkk.

And Jokowi nailed it damn so good: "Kami tidak bagi-bagi untuk yang besar-besar. Seperti Bapak, pak Prabowo punya tanah 340 rb hektar (konsesi) di Kaltim dan Aceh. Bagi-bagi tanah (besar semacam) ini, tidak pernah terjadi di masa saya".

Publik bisa melihat Jokowi menekankan betul kalimat "(bagi-bagi tanah untuk yang besar-besar) ini tidak pernah terjadi di masa saya" dengan tajam. Dan emosi. Kita juga ikutan esmosi, karena serangannya salah sasaran banget.

Pencegahan Korupsi : Jokowi VS Prabowo

ilustrasi

Kita semua tahu M Nazaruddin, terpidana kasus korupsi dari Partai Demokrat? Ia adalah anak dari keluarga yang sangat kaya raya di Riau sana. Keluarganya memiliki lahan sawit yang luasnya sulit dicerna. Ibarat ia sudah menjadi pangeran, tinggal ongkang-ongkang kaki tiap pagi pun, hidupnya sudah berkelimpahan. Tetapi ia memilih jalan keserakahan, tak cukup dengan hartanya, ia ingin harta yang lain, sekaligus mencari ketokohan.

Debat I : Prabowo Kalah Telak

ilustrasi

Secara keseluruhan, jawaban pihak 01 kurang menggambarkan visi ke depan dan lebih banyak menggambarkan pencapaian yg sudah dilakukan sehingga mungkin membawa masyarakat bertanya, kira2 ke depan mau ada apa sih. Program ke depan sangat penting karena masih banyak PR di periode ini yg belum selesai atau target yg bahkan masih jauh dari kenyataan.

Ketika Sandi Mau Lari

 
Debat capres adalah selain masyarakat bisa melihat program yang ditawarkan, juga bisa melihat kemampuan apa yang mereka bisa kerjakan. Kalau debat saja mereka mulai mau menghindari, jangan-jangan janjipun akan ditinggal lari, seperti apa yang dia lakukan di DKI. DP Nol persen, menjadikan semua janji berwujud NOL BESAR dan MULUT BESAR MELEBAR, KARENA NGOMONG TANPA DASAR ATAU MUNGKIN TANPA SADAR.
 

Debat Bahasa Inggris, Bahasa Jawa Apa Bahasa Hati?

 

Idiot lanjutan ini terus mengemuka, karena tak ada prestasi yang bisa dikasi, mereka mencari-cari kerjaan yang pantas ditertawakan, mungkin continjensinya kalau debatnya kalah gak banyak yang tau karena banyak yang tidak mengerti. Jadi sebenarnya mereka grogi menghadapi Jokowi, makanya selalu mencari-cari, pakai maki-maki.

Tidak Perlu Debat Capres, Dengan Lomba Renang Sandiaga Bisa Mengalahkan Jokowi-Ma'aruf Amin

Oleh : Stefanus Toni Aka Tante Paku

Kubu Prabowo-Sandi sudah menantang debat capres 2019 dengan bahasa Inggris tapi kalau kubu Jokowi tidak berani dengan alasan tidak fasih berbahasa Inggris, Sandiaga Uno menawarkan untuk tidak perlu debat capres saja tapi digantikan dengan LOMBA RENANG.

Ketika bakal cawapres Sandiaga Uno bertemu dengan Presiden Joko Widodo di Stadion Akuatik GBK hari ini. Apa yang dibicarakan?

Sandiaga mengaku ia dan Jokowi berbincang soal lomba renang. Bahkan, dalam perbincangan itu, tercetus ide menggelar lomba renang.

Pages