Debat

Meluruskan Sejarah UU Desa

ilustrasi

Perjuangan RUU Desa tambah kenceng setelah lahir Parade Nusantara (2009) di bawah pimpinan Sudir Santosa, dan Budiman juga hadir sebagai pembinanya. Parade terus menerus melakukan desakan kepada pemerintah agar menyelesaikan pembahasan RUU Desa. Desakan paling seru terjadi di antara bulan September hingga Desember 2011, yang kemudian Presiden SBY mengeluarkan ampres RUU Desa pada Januari 2012.

Paska Debat Terakhir, Saya Menyesal Pernah Dukung Prabowo

ilustrasi

Selama ini, program-program sudah benar-benar luar biasa dijalankan dan berdampak secara menyeluruh. Pembangunan infrastruktur dan sebagainya, membuat Jokowi dihargai dan disayang. Usaha Jokowi benar-benar berbuah hasil. Ia tidak sembarangan berbicara.

Setelah menonton debat ini, saya buang Prabowo. Setelah nonton debat ini saya hina Sandiaga. Saya remehkan mereka karena mereka hanya menipu.

Data Tidak Hanya Penting Untuk Debat Tapi Juga Pertimbangan Kebijakan

ilustrasi

Proyek2 besar di Jabar dalam 4 tahun ini (Bandara Majalengka, LRT Cibubur-Cawang, LRT Bekasi Timur-Cawang, Tol layang Cikampek) berkontribusi bagi turunnya angka pengangguran tahun 2016 dan 2017. Jadi prestasi siapa?? Aher lah 

Belum proyek di 5 daerah padat lain: Sumut, Jateng, Jatim, Bali dan Sulsel

Ini Alasan Prabowo Selalu "Ngajak Perang" Setiap Debat

ilustrasi

Prabowo masih merasa hidup di zaman Orde Baru. Ia masih terbawa romansa masa lalu. Ia merasa bahwa masa terbaik dalam hidupnya adalah pada saat dirinya menempati puncak karir sebagai Panglima Kostrad hingga akhirnya dipecat dari militer karena dianggap bertanggung jawab dalam kasus penculikan aktivis saat Soeharto lengser.

Tentang Data Militer, Prabowo Kurang Informasi Atau Salah Input?

ilustrasi

Saya lebih cenderung menyalahkan Direktur Debat BPN 02 yaitu Sudirman Said yang telah gagal melaksanakan tugasnya. Karena memberikan masukan yang salah dan sesat. Dan yang paling memalukan Timses kubu 02 telah membiarkan Capresnya terlihat bodoh di mata masyarakat. Prabowo yang berulang kali menuduh Jokowi mendapat masukan yang salah eh ternyata dia yang mendapat masukan yang sesat. Menepuk air di dulang, terpercik muka sendiri.

Tajam Ke Minoritas, Tumpul Ke Mayoritas

Sementara Pilpres 2019 ini bukan lagi soal siapa memilih siapa, melainkan siapa memilih apa. Karena jika cuma soal siapa, Jokowi lebih baik dibanding Prabowo. Empirik, sejak 2005 Jokowi Walikota dua periode berturut di Solo, Gubernur DKI Jakarta, dan kini Presiden. Sementara lawannya, setelah dipecat dari tentara Agustus 1998, berada di luar negeri, menjadi warga negara Yordania. Baru pulang ke Indonesia atas fasilitasi Taufiek Kiemas (alm), suami Megawati Soekarnoputri.

Pages