Debat

Empat Ilusi Pertanyaan Komunitas untuk Jegal Ahok, KPUD Bermain Lagikah?

Saya mencium bau anyir yang sangat busuk. Jangan-jangan ini semua “mainannya” KPUD DKI? Jangan-jangan ini setting dan by designed dari KPU untuk mementahkan program petahana dengan menghadapkannya dengan orang lapangan atau kondisi kontradiktif di lapangan? Jangan-jangan… Ahhhh…. Sudahlah.

Tapi saya tidak menyerah. Saya mencoba untuk menggali lagi dan memang menemukan kejanggalan pada penampilan para anggota komunitas yang seolah pertanyaanya undian tapi kok aneh sekali.

Omongan Anies Lebih Cepat dari Akalnya

Anies berbusa busa ngomong soal bottom-up transportasi, Ahok enak bener nge kick nya, karena faktanya menurut Ahok dari e-ticket yang sudah berjalan itu adalah bottom up yang sesungguhnya

Anies muter muter soal reklamasi, mencla mencle, tahu tempe. Emang bisa Peraturan Gubernur membatalkan Keputusan Presiden. Ahok membongkar isi perut reklamasi untuk siapa dan siapa yang lebih diuntungkan. Yang diuntungkan Rakyat Jakarta dan Para nelayan. Itu intinya. Anies bengong sambil ngiler dengerinnya

Pemimpin Ayam Sayur Hanya Bicara Gagasan

Kata Panji, pemimpin kagak perlu kerja, yang penting gagasan. Eh Pan, Negara ini sudah muak dgn gagasan, sejak periode sebelumnya hanya gagasan melulu tapi tukang esksekutornya kagak berani. Kagak ada nyali

Jakarta sekarang butuh pemimpin yang berani, pemimpin petarung, itu ada di Ahok. Bukan pemimpin ayam sayur yang hanya bisa bicara gagasan doang, kampanye pake jumlah rakaat sholat. Dan berkompromi dengan pelaku onar

Medan Debat yang Cocok untuk Anies

Jika Anies memaksakan ikut debat, bukannya akan menambah dukungan, tapi malah akan menggerogoti 39 % suaranya, karena dengan situasi kondusif sekarang ini setelah badai 7 juta manusia, maka setiap orang dapat dengan mudah menalar semua program Pasangan Calon Gubernur. Kecuali mereka yang pekok awet

Mungkin 4 kategori pemilih ini sebagai medan perjuangan Anies dan cheerleadernya

Tanda-Tanda Kekalahan Anies-Sandi Makin Nyata

Ilustrasi

Faktanya, khotbah yang memojokkan Ahok, spanduk, ujaran hingga ke berbagai group wa, sudah tidak terkendali bentuknya. Bukan hanya memojokkan namun sangat rasis serta tidak berprikemanusiaan. Seakan-akan tidak ada satu kebaikan yang sudah ditanamkan oleh Basuki Tjahaja Purnama. Penolakan sholat jenazah hingga yang terakhir muncul mulai ditolaknya berjamaah atau sholat bagi pendukung Ahok dibeberapa tempat muncul.

Pages