cinta

Siapakah Tuhanmu

Ilustrasi

Ia telah mengutus Sang Nabi untuk mengakhiri pertikaian suku, agama dan ras
Manakala kau membangkitkan kembali pertikaian itu, maka kau bukan umat Sang Nabi.

Daratan dan lautan terhampar bukan hanya untukmu, tapi untuk seluruh umat manusia
Jika engkau hendak melenyapkan yang lain atas nama kecintaanmu pada agama, maka engkau adalah pecinta yang buta mata hatinya.

Jangan Kau Bunuh Literasi

Ilustrasi

Kau maki-maki tetanggamu yang masak babi dengan cara direndang. Kau mendatangi rumahnya lalu kau angkat kualinya dan kau buang masakannya. Bukan begitu cara mengolah babi kau bilang dengan tak henti muncungmu itu memaki.

Kalau kau tak suka tulisannya, jangan baca, cungkil matamu, potong jarimu. Jangan literasi kau bunuh. Karya orang kau laporkan untuk di hapus.

Yang Sejati dan Pencitraan

Ilustrasi

Watak pemimpin sejati sebagaimana Ahok dan Jokowi sebenarnya bisa ditiru, tetapi bagi yang sudah rusak jiwanya sungguh akan sulit menirunya. Ia tak kan memperoleh kebaikan apapun selain tatapan-tatapan mata kosong dari orang-orang yang putus asa karena muak dengan janji-janji palsunya. Kelak orang-orang yang berjiwa kotor seperti ini akan dihukum oleh rasa penyesalannya sendiri, dan seluruh harta benda maupun riwayat pangkat dan kedudukannya akan menghantui dirinya.

Ahok & Vero Manusia Biasa

Ilustrasi

Dalam hatinyapun dia menginginkan kebersamaan dengan istri dan anaknya. Selama ini mereka hanya bersama saat menjalankan ritual doa pagi bersama. Sebelum putusan pengadilan, dia berkata akan mengajak keluarganya berlibur setelah masa jabatannya usai. Dia sempat menanyakan padaku, apa dia bisa ke Bali tanpa dikerubuti orang untuk berfoto bersama? Betapa dia mendambakan quality time bersama keluarganya. Betapa dia ingin mencicipi kehidupan normal bersama anak dan istrinya.
.

Mencari Kebijaksanaan

Ilustrasi

Berangkat dari pemahaman itu sebagai manusia yang hanya mempunyai setetes dari samudera ilmu Tuhan, kita tidak diperkenankan-Nya untuk mencintai dan membenci orang diluar batas, karena bisa jadi orang yang kita cintai saat ini adalah orang yang buruk bagi kita ke depannya, dan orang yang kita benci saat ini boleh jadi adalah orang yang baik bagi kita ke depannya. Maka dari itu cintai, kagumi atau bencilah orang sewajarnya saja, sebab kebenaran sejati tentangnya hanya Tuhan Yang Maha Tau.

Pages