ceramah

Rahmat Baequni Bukan Ustadz

ilustrasi

Ceramah Rahmat yang menjadi perkara terekam dalam sebuah video yang sempat viral beredar di media sosial. Dalam rekaman video, Rahmat Baequni bilang kalau telah ditemukan zar beracun dalam cairan jasad petugas KPPS yang meninggal. “Seumur-umur kita melaksanakan Pemilu, pesta demokrasi, ada tidak petugas KPPS yang meninggal? Tidak ada ya? Tidak ada,” ujar Rahmat Baequni dalam potongan video tersebut.

Rebutan Masjid

ilustrasi

Bukan apa-apa, nggak enak juga rasanya tiap hari dicurhatin kayak gitu tiap hari oleh pengurus dari masing-masing kubu. Kok berita yang saya terima timpang semua. Sana ngadu bahwa sini begini. Sini ngadu bahwa sana begitu.

Lah, macam punya dua bini aja nih. Tiap hari perang, tiap hari ribut. Tapi lucunya, kedua kubu sama-sama mengundang saya dalam acara masing-masing.

Ustadz Masih Hobi Bahas Politik

ilustrasi
Kalau dia latar belakang partai politik, wajar ceramah seputar keburukan lawan politiknya. Kan memang itu peran utamanya. Oh iya, mohon pengertiannya juga. Jangan lupa setiap dia ambil nafas dalam orasinya, mohon dihargai, minimal disambut dengan pekik berjamaah : Allahu akbar. Mohon dihargai sedikit. Masak diam saja, nanti penampilannya gak kaya politikus dong.

Ceramah Teduh Itu Disukai Umat

ilustrasi
Mirip nasib wilayah kami, yang jaman Belanda ada 7 pabrik gula. Tapi kini semua bangkrut. Dulu kita pemasok gula nomor 2 dunia, sekarang jauh dari posisi itu. Bangsa Belanda yang jujur, disiplin, kreatif dan kerja cerdas.mampu merubah nasib Hindia Belanda. Kita gagal menirunya selama puluhan tahun merdeka. Sering kita membangun sesuatu secara tidak serius.

Tidak Bahagia

ilustrasi

Dia bikin perumpamaan, pusingnya hidup di tengah dua wanita itu mirip kalau masuk ke dalam tong, lalu digelindingkan dari tangga lantai atas sampai ke bawah.

Saya cuma manggut-manggut saja mendengarkannya. Dia cerita sampai matanya berkaca-kaca. Suaranya gemetar, menampakkan dalamnya perasaan. Kedua istrinya lagi minta cerai. Duh, masalah kok tidak selesai-selesai.

Pages