ceramah

Tinggalkan Khatib Yang Khotbah Tak Sesuai Ajaran Rasul

ilustrasi

 Hal ini sudah tidak bisa didiamkan dan kita sebagai muslim tidak mengambil tindakan. Ada beberapa level tindakan yang bisa dilakukan jamaah. Yang paling mudah ya tinggalkan ceramah serta ganti masjid. Namun jika anda memiliki lebih keberanian, setelah selesai sholat Jum’at tegur sang khatib atau protes kepada takmir masjid.

Tragedi Keset, Ceramah Provokatif

Ilustrasi

Isi kajiannya menggiring opini, sarat fitnah, sebar hoaks, menakut-namkuti umat dan yang paling menyebalkan adalah sikap merasa jadi tuhan karena tidak pernah merasa keliru.

Yang ikut disitu hatinya makin kotor. Semakin lama ikutan malah semakin kotor. Boro-boro nambah ilmu, yang ada nambah berat timbangan dosa.

Mempertanyakan Kapasitas Tengku Zulkarnain Sebagai Ulama

Ilustrasi

Bagi saya seorang Tengku Zulkarnain hanya kerikil kecil yang nyelonong di kepengurusan MUI. Dia bukan batu sandungan besar. Karena kapasitas personalnya juga tidak pantas dikategorikan sebagai batu besar. Dia hanya kerikil kecil yang nyelip di sepatu perjalanan bangsa ini. Namanya kerikil meskipun kecil tak berarti terkadang mengganggu juga. Selayaknya kerikil kecil ini di tempatkan pada tempat yang seharusnya. Daripada mengganggu perjalanan kita sebagai sebuah bangsa.

Mencontoh Perilaku Kyai Papua

Ilustrasi

Sebagian penceramah ada yang keras nadanya, keras isinya. Menghujat, menakut-nakuti, teriak, mengajarkan benci, main hakim sendiri. Sedihnya, yang begini malah punya nama, jadi idola. Diundang ke mana-mana. Tua muda terpesona. Takbir dan jihad berkobar. Padahal itu emosi yang diumbar, menyebar gusar. Jemaah pulang mungkin senang, tapi bukan dengan hati tenang.

Soal Dakwah Serahkan Pada Ahlinya

Ilustrasi

Berdiri sendiri, menjelajah dan melobi para penulis sejati demi mengimbangi gerak para aktor pembodohan yang semakin tak bisa didiamkan!

Kawan, jangan menunggu komando dalam perang non fisik ini. Biarlah para Yai dan Gus itu tampil sebagai insan mulia. Kita rakyat jelatanya tak boleh membebani beliau-beliau dalam kancah perang medsos yang penuh dengan kata nanah busuk dan kalimat darah amis yang membuat otak jongkok.

Jenggot Aksessoris Atau Jenggot Ideologis

Ilustrasi

Orang-orang di negara maju tahu mana yang asesoris mana yang ideologis dan esensi. Jenggot bukan lagi hal yang perlu dibicarakan. Mereka sudah melewati masa itu ratusan tahun lalu. Mereka bicara renewable energy, pemerataan kesejahteraan, mobil listrik, kereta cepat, ekplorasi tempat hidup baru di planet lain, tanaman pendek umur dengan produktivitas tinggi. Di sini kita membicarakan asesori hingga berlarut-larut dan menggunakan dalil abad ke 6 M, 15 abad silam.

Jenis Ulama

Ilustrasi

"Wah! kalau begitu Habib Bahar Smith dan Gus Nur Sugik itu ULAMA UNGGUL ya Pak Ustadz? Sudah pinter ceramah, pengikutnya banyak, paham Ilmu Politik bahkan Ilmu Biologi. Dan kalau lagi ceramah, para pendengarnya bisa semacam kena "Sembur". Kadang ya dipisuhi, kadang ya dimarahi. Apakah beliau berdua bisa dikatakan sebagai ULAMA SEMBUR PECATUR DAN TANDUR SEKALIGUS AHLI TUTUR YANG UNGGUL. Betul kan Pak Ustadz?"

Pages