cak nun

Slilit Sang Munafik

Tak kurang hebatnya kelompok jadi-jadian sbg ulama, penggiat agama, sampai yg munafik berjubah segalanya. Dia mengerti budaya, tau agama, ngerti politik, tukang kritik, tak mau bersalaman dgn penguasa bahkan katanya tidak akan mencium bau istana, bila ada undangan kesana, karena dia bukan penjilat penguasa, itu katanya, bukan fakta dan kenyataannya. Karena orang semua tau dia siapa, bgmn sepak terjangnya.

Istana Negara Bukan Tempat Hina Cak

ilustrasi

Yang ketiga adalah Ahok, lelaki keturunan Tionghwa itu tak ragu mengakui dirinya sebagai anjing pelayan rakyat saat ia menduduki jabatan Bupati Belitung Timur maupun Gubernur DKI. Balai Kota Jakarta yang dulunya cuma bisa didatangi orang penting itu ia ubah dengan sangat radikal. Ahok meluangkan waktu prakerja nya di pagi hari untuk melayani para "bos" pemilik asli DKI Jakarta! Rakyat yang mengadukan pelayanan yang mereka anggap tak berpihak pada orang kecil.

Surat Terbuka Kepada Cak Nun

ilustrasi

Andapun langsung defensif, merespon saya. Tapi ya saya jadi semakin memahami siapa anda. Tapi saya bukan ngambekkan cak, saya terus ikut pengajian anda meski kadang duduk baris paling belakang, kadang tengah, tanpa niat bertanya lagi, saya hanya menikmati guyon2 anda. Karena substansi soal ideologi itu sudah saya pelajari dari dosen dan baca2 buku. Termasuk betapa lemahnya teori demokrasi anda.

Tentang Cak Nun

Semuanya karena Cak Nun tidak kunjung nyaman dengan posisinya sekarang. Sejak dahulu, dia tidak dianggap. Meski jenius tapi dirinya tidak dianggap sebagai tokoh mainstream yang mampu mempengaruhi para pejabat publik.

Popularitas dia selalu disalip oleh tokoh-tokoh yang jalan takdirnya lebih baik dari seorang Emha Ainun Najib. 

Akhlak

Katanya, Cak Nun memang mengajarkan kepada anak-anaknya supaya tidak menyuruh dan meminta tolong pada orang lain. Mendidik anak-anaknya supaya tidak punya perasaan memiliki, rumah, mobil dan harta lainnya adalah milik Allah. Dengan seperti itu, bukan saja tidak mudah kecewa saat kehilangan, tetapi juga tetap rendah hati kepada orang lain.

Emha Ainun Najib dan Amien Rais

Ilustrasi

Emha Ainun Nadjib • 
25 Okt 2017 
Esai, Khasanah

Yang sedang berkuasa di negeri ini menyangka bahwa rakyat Indonesia adalah cacing-cacing yang terus menerus klugat-kluget di bawah tanah. Adalah batu-batu krakal yang bisa diinjak-injak selamanya. Atau kambing-kambing yang bisa disembelih kapan saja.

Pages