Cagub DKI

Kampanye Rasis Anti Kebhinekaan Anies

Ilustrasi

Dan lagi-lagi, kampanye diskriminatif berbasis SARA keluar dari paslon Gubernur DKI no-3 ini. Menjadikan isu beda agama adalah penggiringan (pembodohan?) publik menjadi irrasional-emosional dan makna demokrasi direduksi dan tunduk pada pemikiran-pemikiran primordial dan otoriter. Dan pada akhirnya akan melahirkan pemimpin yang rasis.

Tentu mempertimbangkan agama dalam memilih pemimpin bukan hal yang salah. Namun, jika pertimbangan agama menggeser ukuran-ukuran rasional secara menyeluruh, demokrasi akan gagal menghasilkan pemimpin yang berkualitas.

Pertanyaan Penting untuk Cagub DKI

Oleh: Eko Kuntadhi

 

Jika nanti berlangsung debat cagub DKI Jakarta, saya ingin penyampaikan sebuah pertanyaan penting : apa pendapat semua kandidat mengenai tafsir Quran surat Al Maidah 51? Pertanyaan tepatnya, apakah mereka setuju jika tafsir Al Maidah 51 itu adalah merupakan pengharaman memilih Gubernur non-muslim.

Ok, Ahok gak perlu menjawab. Nanti khawatir disalah artikan lagi karena dia non-muslim. Toh, pertanyaan itu bisa disampaikan kepada wakilnya.

Mengapa pertanyaan itu penting?

Gerindra Desak Ahok Deklarasi Calon Independen, Diam-diam Masih Berharap

 

REDAKSIINDONESIA - Ketua Tim Penjaringan Cagub DKI Partai Gerindra, Syarif mendorong Basuki T Purnama (Ahok) untuk segera mendeklarasikan diri sebagai calon independen dalam Pilgub 2017 mendatang. Mendapat tantangan seperti itu, Ahok hanya tertawa santai.

"Urusan apa Syarif sama gua? Memang Syarif bisa nentuin calon lewat siapa?" ujar Ahok saat diminta tanggapan di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (7/1/2016).

Pages