cadar

Apakah Cadar Lebih Beriman Daripada Yang Tidak Bercadar?

Ilustrasi

Apalagi rasulullah sudah mengajarkan kalau perempuan muslim itu seharusnya menutup seluruh badan kecuali muka dan telapak tangan. Jadi aturan kampus yg saya terapkan tdk bertentangan dengan ajaran rasulullah.

Pertanyaan buat direnungkan oleh pengguna cadar anytime in public :

Cadar, Antara UIN dan UGM

Ilustrasi

Kalau di UIN? Anda wajib berjilbab. Itu pun belum cukup. Seperti beli jilbab di Bringharjo, penjual saja nanya "yang syar'i" atau "nggak". Banyak dosen UIN menolak ngajar mahasiswa yang jilbabnya tidak syar'i. Di post saya, banyak tuh yang belum pernah kuliah di UIN tapi nyinyir begini, "yang pakai cadar dilarang, yang seksi-seksi dibiarin." Ah, lambe turah.

Penyalahgunaan Cadar

 

Dari Fenomena itulah muncul sebuah Pembenaran atas nama Agama, bahwa status tersangka atau Saksi bisa saja luntur dengan sendirinya.

 

Fenomena dadakan Wanita Indonesia Bercadar ini bahkan telah berkembang menjadi sebuah motif baru yang naik satu kelas lebih tinggi, yaitu menjadikannya sebagai bentuk usaha untuk melakukan Pembenaran atas nama agama dengan berteriak “terzalimi", "kriminalisasi” dan seterusnya untuk berkelit dari hukum.

 

Cadar Bukan Pokok Ajaran Islam

Ilustrasi

2. Cadar itu melanggar HAM, karena cadar menghilangkan 'hak identitas' seseorang di ruang publik. Dengan wajah, Anda memberi identitas diri sebagai pelaku hukum; dan dengan begitu mendapatkan perlindungan hukum. Dengan tanpa wajah, Anda menjadi anonim. Dengan anonim, Anda menghilangkan identitas hukum Anda dan berpeluang kehilangan perlindungan hukum.

Mendebat Cadar

Ilustrasi

KEDUA: DEBAT HAM

Halo yang mau debat soal HAM dan teriak atas nama HAM... Jika kita sepakat bahwa cadar bukan "kewajiban" agama, maka level penggunaan cadar itu ya hanya semisal dengan sarung, yang kalau di daerah santri sebagai simbol "kesempurnaan" agama seseorang. Maka, kalau Anda teriak soal HAM, maka larangan pakai sarung, sandal jepit, dan kaos oblong di UIN juga melanggar HAM.

Pages