cadar

ASN, Cadar dan Radikalisme

Kedua, untuk konteks Indonesia, saya lebih setuju untuk membatasi pemakaian cadar. Di tempat-tempat atau ruang publik tertentu (misalnya ruang pengadilan, imigrasi, bank, dlsb) sebaiknya tidak mengenakan cadar demi keamanan dan kenyamanan. Kalau di tempat-tempat lain silakan saja. Toh cadar bukan ajaran / syariat Islam fundamental. Masyarakat di Arab Teluk pun lebih memaknainya sebagai sebuah kebudayaan. Yang wajib menurut mereka adalah hijab. 

Cadar Harus Dilarang di Tempat Umum

Saya suka dengan logika PKS yang membedakan ranah publik dan ranah privat. Beragama adalah ranah privat. Berpakaian adalah ranah privat. Pemerintah mestinya hanya fokus mengatur ranah publik. Jangan intervensi ke ranah privat warga negara.

Tapi dari statemen Menteri Agama itu harus kita lihat, 'melarang penggunaan cadar di instansi pemerintah'. Ada dua poin disini. Cadar dan instansi pemerintah.

Mengungkap Motif Kampanye Anti Poligami Dalam Kacamata Radikalisme Di Indonesia

ilustrasi

Pola yang sama itu pun bisa kelihatan dari kampanye Poligami dan #Indonesiatanpapacaran yang sedang marak dilakukan di Indonesia oleh kelompok-kelompok pendukung Khilafah. Kedua kampanye di atas bertujuan untuk menciptakan perempuan-perempuan dan anak-anak gadis yang tidak boleh berpikir, tidak boleh bernalar dan tidak boleh memiliki rasa.

Shalawat Nariyah Selamatkan Mahasiswi dari Jeratan Salafi

ilustrasi

Dari sini, tuntutan terus meningkat ke arah penggunaan cadar dengan alasan wajah perempuan adalah aurat sehingga tidak boleh diperlihatkan kepada laki-laki lain. Dian akhirnya memakai cadar.

Ada peristiwa kecil yang membuat Dian akhirnya memutuskan keluar dari kelompok salafi wahabi. Sambil menerawang dan menahan sisa-sisa kegeraman, dia mengisahkan:

Pages