C1

Benarkah Penggelembungan Suara Bisa Dilakukan?

ilustrasi

Proses ini memang membuka peluang terjadinya kesalahan yang bisa saja mengindikasikan kecurangan. Tapi oleh siapa? Proses penyalinan rekap suara yang melelahkan dari C1 Plano ke 200+ lembar C1 Salinan dilakukan gotong royong oleh sekali lagi stake holder pemilu di TPS. Diawasi oleh para saksi dan bawaslu. Bahkan terkadang mereka ikut membantu. Bisa saja saksi membantu namun kemudian dengan sengaja melakukan kecurangan.

Siapa Pengusul Pemilu Serentak Dengan Pilpres?

ilustrasi

JUMLAH anggota KPPS meninggal dunia pun kini bertambah dari hari kehari. Terakhir, menjadi 144 jiwa. Selain itu, 883 anggota KPPS dilaporkan sakit.
Jumlah ini mengacu pada data KPU hingga Rabu (24/4/2019) pukul 15.15 WIB.

"Petugas pemilu kedukaan, sakit 883, wafat 144, total 1.027. Tersebar di 33 provinsi," kata Komisioner KPU Viryan Azis di kantor KPU, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu kemarin.

Fitnah Pilpres Curang

ilustrasi

Proses hitung dimulai. Lembar suara dibuka satu per satu ditunjukin ke saksi dan pengawas. Kalo dinyatain SAH, baru ditulis di papan. Selain di papan, ada 1 saksi yang juga nulis di bukunya untuk kroscek.

Untuk penghitungan Pilpres lancar. Gak ada selisih antara jumlah tercatat di papan: jumlah suara Paslon 01, 02 dan gak sah, dengan fisik surat suara.

Linus Law

ilustrasi

Hal inilah yang boleh jadi menjadi semangat dari KPU, kawalpemilu, dan gerakan sejenisnya untuk membukan formulir C1 dari seluruh TPS yang tersebar di seluruh Indonesia. Orang bisa dengan mudah melihat dan mencocokkan antara formulir yang diunggah dengan data yang ia dapat di lapangan.

Salah Input Situng KPU

ilustrasi

Ketiga, terus kalau terbukti datanya salah, bagaimana? Laporkan ke KPU setempat, minta diperbaiki. Meskipun tidak berkekuatan hukum, tentu ini kewajiban KPU untuk menjaga marwahnya dengan tidak membiarkan data salah di server KPU sedikitpun. Kalau ada oknum yang sengaja menyalahi data C1 dari KPPS tentu saja harus diberikan sanksi keras. Yang tidak sengaja pun harus ditegur keras, karena seolah tidak menghargai jerih KPPS, Panwas dan tentunya masyarakat.

Pages