buzzer

Moeldoko dan Buzzer

Bahasa Indonesia memang terasa lebih enak kalau dibacem, dan perlu. Seperti tempo, eh, tempe ding. Lebih karena sudut pandang. Kadang juga pandang yang tersudut. Jadi ngawur tak apa. Asal narasinya keren. Apalagi dengan diksi yang sastrawi.

Padahal, dalam bahasa komunikasi internet, perilaku netizen telah diamati dengan melihat kecenderungan konten dan konsistensiny. Hinga muncul definisi seperti buzzer, influencer, content creator, yang satu sama lain sangat berbeda.

Media Konvensional Jangan Melawan Netizen

Netizen adalah sekumpulan "warga internet" (citizen of the net), yang terkoneksi secara digital, yang di dalamnya ada yang pasif maupun yang sangat aktif terlibat dalam isu isu yg dibahas di komunitas maya. Mereka saling kontrol, saling mengisi dan saling berbagi informasi. Mereka berkomunikasi itu biasanya digerakkan oleh kepedulian dan solidaritas saat menghadapi suatu persoalan. Netizen bisa memproduksi pesan hingga cercaan yang memenuhi dunia maya. Merekalah yg menulis di Facebook, mengisi twitter, meramaikan instagram, WhatsApp dan lain lain.

Buzzer Tukang Fitnah, Buzzer Ngaku Aktivis & Buzzer NKRI

Fitnah dengan gosokan sentimen agama menjadi senjata menebar kebencian terhadap seorang Jokowi. Beberapa buzzer khusus fitnah, sudah tumbang dan mungkin masih beroperasi secara undercover. Namun banyak yang bahkan sampai sekarang masih bertahan. Mereka terus memfitnah, terus menggonggong memperkeruh suasana dengan hoaks-hoaks bersentimen agama untuk memecah belah bangsa.                                 

Pages