bulan ramadhan

Hukum Islam Tak Melarang Warung Buka Siang Hari pada Bulan Puasa

REDAKSIINDONESIA-Aksi Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pemerintah Kota (Pemkot) Serang, Banten, yang menyita barang dagangan seorang ibu pedagang warung makan menimbulkan kecaman dari berbagai pihak.

Intelektual muda Nahdlatul Ulama (NU), Muhammad Syafi' Ali atau yang biasa disapa Savic Ali mempertanyakan dasar hukum Pemkot  Serang melarang warung makan buka siang hari pada Bulan Ramadhan. Dia juga menilai, penyitaan dagangan pemilik warung oleh Satpol PP itu sebagai hal yang tidak perlu.

Warung Makan, Toa dan Lupa

Oleh : Zen Zulkarnaen

Meski di sanasini misih saja terdengar berita norak tentang orang puasa yang marah karena ada warung bukak bahkan yang lebih gila lagi kemarahan karena mungkin merasa dicurangi bahwa dirinya sudah capekcapek rekoso ndak makan dan minum tapi kok ada orang lain yang enakenakan ndak puasa dan bisa dengan mudah makan dan minum karena warung yang pada bukak itu...ya lebih gilanya lagi di beberapa daerah kemarahan itu diambil alih oleh negara dengan menugaskan satpol PP untuk merazia secara sewenangwenang warung-warung makan itu

Situ Sehat , Bapak?

Oleh : Denny Siregar

Ramadhan itu disebut bulan Suci..

Kenapa suci ?

Karena inilah terminal penyucian bagi manusia yang sudah merasa berkarat akan dosa2. Karena itulah sucikan diri melalui perbuatan baik kepada manusia lain. Itulah makna yang dalam di bulan puasa ini.

Tetapi bagaimana anda bisa menyucikan diri, wahai penguasa, ketika anda menyakiti hati orang kecil yang sedang berjuang untuk mendapatkan sedikit kelebihan dalam bulan suci ini ?

Toa Masjid dan "Islam Pamer"

Oleh : Sumanto Al Qurtuby

Sudah lama saya memikirkan tentang dampak positif-negatif dari penggunaan toa di masjid-masjid atau mushala. Sebetulnya ok-ok saja memakai toa (load speaker) asal itu digunakan secara wajar, tidak berlebihan, untuk tujuan positif dan demi kebaikan masyarakat luas serta tetap menjunjung tinggi semangat toleransi dan kemajemukan.

Pages