Budha

Rahmatan Lil Alamin Itu Ternyata Dilakukan Umat Hindu

ilustrasi

Ane pun jaman masih fanatik beragama dulu gitu selalu takut dan benci dengan yg namanya bangunan tempat ibadah orang lain, bahkan sering kefikiran mau ane bakar atau ane coret2 saja itu tempat ibadah umat lain, karena mengganggu iman ane. Tapi seiring berjalannya waktu dan banyaknya belajar ane rasa pandangan ane dulu itu sangat dungu dan cerminan dari lemahnya iman yg menuntun ane pada ketakutan dan kebencian yg konyol.

Siapa Melakukan Teror Sri Lanka?

ilustrasi

Tapi menurut banyak pihak yg di curigai melakukan aksi serangan ini adalah NTJ (National Thowheed Jamath) yg merupakan kelompok muslim radikal dari etnis Tamil, karena kelompok ini sebelumnya juga pernah merusak banyak patung Buddha selain itu mereka juga mengancam akan melakukan serangan Bom yg menyasar umat agama lainnya.

Saat Pimpinan Umat Beragama Saling Silaturrahim

Ilustrasi

Ajakan Pak Fatquri membuat saya terkenang. Saat masih remaja saya tinggal di rumah adik dari bapak. Bulik kerap mengajak saya kunjungan kesana-kemari, itu menjadi pelajaran yang sangat baik dalam bersosial. Hal-hal tersebut menjadi pengingat bahwa kita bukan apa-apa tanpa siapa-siapa.

Intoleransi, Mencoreng Muka Sendiri

Ilustrasi

Sebagai seorang muslim yg sering beribadah di rumah dan sering melihat kantor dan jalanan umum dikadikan tepat ibadah, muncul pertanyaan dalam hati; apakah org2 Islam yg mengrebeg rumah Bante Nurhalim dan bikin kesepakatan itu pernah berpikir dan membayangkan bagaimana kalau rumahnya, tamunya dan kehidupannya selalu diawasi ummat lain agar tdk dipakai ibadah?

Sesat Pikir Eggi; Membubarkan Agama Melalui Perppu Ormas

Ilustrasi

Kong Hu Chu pun punya istilah Shangdi sebagai Tuhan Yang Kuasa. Bahkan jika ada yang meyakini mitologi Yunani yang terdiri dari multi dewa, tetap saja ada Zeus sebagai "ketuanya". Jadi konsep monoteisme itu sebetulnya tidak ekslusif milik satu dua agama di Indonesia.

Surat Terbuka : Jawaban Atas Statemen Eggi Sujana

Ilustrasi

Kedua. Umat Hindu berdoa sehari-hari dengan mantram Puja Tri Sandhya yang terdiri dari 6 bait, diambil dari kitab suci Weda. Pada bait ke 2, diantaranya berbunyi “Eko narayana na dwityo asti kascit”, artinya "Tuhan itu hanya satu, tiada yang kedua". Lalu mengapa ada begitu banyak nama, Brahma, Wisnu, Siwa, Rudra, Agni dan ribuan nama lain ? Jawabannya ada pada pada bait ke 3, berbunyi “Om Twam Siwah Twam Mahadewah, Iswarah Parameswara, Brahma Wisnusca Rudrasca, Purusah Parikirtitah”.

Pages