bohong

Hoax Dan Masa Depan Bangsa

ilustrasi

Semrawutnya media sosial kita bertambah ketika ada kalangan terpelajar, perpendidikan tinggi bahkan orang yang seharusnya menjadi panutan umat, terjerumus dan ikut menyebar atau membuat hoax. Benar kata seorang relawan anti hoax Indonesia, "Title tinggi tidak menjamin seseorang mampu melek literasi dan bebas dari hoax. Karena yang menyebar hoax, profesor banyak, bahkan ustadz pun banyak". Jadi tak heran lagi jika hoax banyak menyasar orang-orang bawah. Sebab junjungannya sendiri saja menyebar hoax.

April 2019, Saat "Kemaluan" Pendukung Prabowo Membesar

ilustrasi

Saya kemungkinan besar akan berada di barisan orang-orang pendukung salah satu capres pada pilpres 2019 ini, but sorry to say, saya tidak pernah berminat menaruh respek kepada siapa saja yang masih menggunakan cara-cara tanpa adab dalam mengusung capres pilihannya. Sekali pun di kenyataannya kami mendukung capres yang sama. Untuk itulah, saya sebisanya menjadi sosok yang beberapa orang cap sebagai 'munafik' dan 'sok baik'. Silakan saja, waktu akan membuktikan prasangka kalian.

Kalah

Ilustrasi

Jadi Jokowi akan melibas habis duet penebar kebohongan itu karena pada dasarnya tingkat kepercayaan masyarakat terhadap Jokowi sangatlah tinggi.

Tim Prabowo sadar benar akan hal itu. Karenanya, ditengah usaha untuk membujuk orang-orang bego yang gampang ditolol-tololkan dengan berita bohong, mereka tengah menyiapkan rencana dengan daya rusak tinggi. Itu mereka lakukan setelah isu Islam gagal diusung Prabowo dan Sandi karena tonjokan keras undangan baca Quran dari Aceh yang langsung menghajar kepala keduanya.

Mana Aksimu Bawaslu Soal Hoax 7 Juta Surat Suara Tercoblos

Ilustrasi

Lagipula siapa yang peduli. Di tahun politik, publik demam politik partisan. Hoax memang membuat keruh, tapi target kekeruhan ini adalah supaya JAGOANNYA MENANG. Dan memang selamanya perhatian publik bukan soal penegakan keadilan. Tak ada yang menuntut edukasi, moralitas dan akhlak politik. Tak ada yang menghendaki jalan sepi, yang lurus.

Musailamah Dan Kaum Penyebar Hoax

Ilustrasi

Untuk menyatukan umat palsu mereka, Sajah turut mengakui kenabian Musaylamah. Jadilah dua nabi palsu berkelindan dalam biduk rumah tangga politik yang menggelikan.

Panglima Khalid AlWalid kemudian menumpas kedua pasangan nabi palsu ini di perang Yamamah. Musaylamah tewas oleh tombak Wahsy. Sajah, si nabi palsu perempuan, tak terbunuh. Ia diampuni dan kemudian menyerahkan diri menjadi mualaf.

Mempertanyakan Kapasitas Tengku Zulkarnain Sebagai Ulama

Ilustrasi

Bagi saya seorang Tengku Zulkarnain hanya kerikil kecil yang nyelonong di kepengurusan MUI. Dia bukan batu sandungan besar. Karena kapasitas personalnya juga tidak pantas dikategorikan sebagai batu besar. Dia hanya kerikil kecil yang nyelip di sepatu perjalanan bangsa ini. Namanya kerikil meskipun kecil tak berarti terkadang mengganggu juga. Selayaknya kerikil kecil ini di tempatkan pada tempat yang seharusnya. Daripada mengganggu perjalanan kita sebagai sebuah bangsa.

Pages