biakto

Dilema New Normal

Kita sudah belajar hampir 4 bulan menghadapi virus ini, sudah tau bahayanya, sudah ngerti cara menghindarnya, sudah tau mencegahnya, sehingga dgn itu negara harus melepas kemandirian warga, agar menjaga diri semandiri mungkin dan tidak perlu teriak lagi bahwa tidak perlu takut Corona, karena yg ngeyel pasti di papar. Dan ingat bgt kita kena dan dirawat disanalah kita ikut menguras dana negara yg luar biasa. Berhati2lah utk diri, dan sekaligus menghemat uang negara.

Ketika Pengamat Jadi Pengumpat

Pengamat-pengamat karatan yg gak kebagian jabatan ini selalu saja mengumbar umpatan, celotehnya seperti orang kesurupan. Kalau Fadli Zon komen soal Ahok, sebenarnya dia menguatkan posisinya sbg politisi otak jongkok. Disini kita mau konter komennya Refly Harun ttg staf khusus presiden dari kaum milenial berprestasi yg mulai dikasi posisi. Refly terkesan iri, komentarnya jd tak berisi.

Kepergiannya Menyejukkan

Dalam karir politik Pak Sby yg dianggap moncer karena dia presiden dua priode pertama pasca reformasi, sekaligus Sby juga mempunyai cacat hubungan dgn Bu Mega yg katanya mutung dgn Sby saat Sby maju jadi presiden dan menang, Bu Mega menganggap Sby anak durhaka, walau sebenarnya bs diterima, karena kontestasi adalah sebuah hak konstitusi anak bangsa, dan dalam politik sdh biasa. Tapi buat Bu Mega mngkn dihitung lain.

Hilal Non Hilal

Saya berfikirnya simpel saja, Kalau Muhammadyah memghargai pemerintah sbg ulil amri yg diakui, kenapa selalu menyampaikan pengumuman lbh dahulu, kesannya Muhammadyah lebih pinter atau gak nurut pemerintah. Bila mau sedikit tawadhuk, kenapa gak gantian saya, tahun genap pakai cara Hisab, tahun ganjil pakai Hilal, shg pemerintah tinggal mengumumkan saja, gak usah tiap tahun ngasi pengumuman yg ada anggota DPR, MUI, ntar lagi DPD minta hadir, FPI minta hadir.

Slilit Sang Munafik

Tak kurang hebatnya kelompok jadi-jadian sbg ulama, penggiat agama, sampai yg munafik berjubah segalanya. Dia mengerti budaya, tau agama, ngerti politik, tukang kritik, tak mau bersalaman dgn penguasa bahkan katanya tidak akan mencium bau istana, bila ada undangan kesana, karena dia bukan penjilat penguasa, itu katanya, bukan fakta dan kenyataannya. Karena orang semua tau dia siapa, bgmn sepak terjangnya.

Remuk Ngamuk

 

Substansi dari pertanyaan Jokowi bermula dari berapi2nya Wowo bicara UUD 45 pasal 33, ttg penguasaan tanah dan air oleh negara, dan dia menyentil pembagian sertifikat oleh Jokowi bs menghabiskan tanah Indonesia. Pikiran absurd inilah yg menghujam ulu hatinya sendiri, karena ternyata dia pemalak UUD 45 pasal 33 itu sendiri.

Pages