Berita

Hati-hati Hoax Penculikan Anak

Ilustrasi

Tapi ada yang lebih parah. Orang yang dituduh penculik, sudah ada yang dihakimi massa sampai meninggal. Padahal ia sedang mau antar beras ke rumah anaknya. Itu terjadi di sebuah desa di Kalimantan Barat. Di Brebes, ada juga yang dikeroyok hingga luka berat. Belum lagi banyak orang dengan gangguan jiwa yang juga di aniaya masyarakat yang termakan hoaks itu.

Peta Para Penebar Hoax

Ilustrasi
(3) Penelitian palsu. Misalnya, “Penelitian mutakhir yang dilakukan oleh Profesor Zlatan Ibrahimovic menemukan fakta, bahwa setelah berjongkok selama 15 menit, manusia bisa mengalami kesemutan, anehnya semut tidak bisa mengalami kemanusiaan. Sungguh, penelitian yang mencengangkan dokter di Barat. Fakta ini sengaja ditutup-tutupi oleh pihak Barat agar umat Islam bla…bla…bla…! Sebarkan, raih amal soleh dengan berbagi informasi gendeng seperti ini!”
 

Pelaku Hoax Perlu Periksa Kejiwaan

Ilustrasi

Perilaku ini kemudian berimbas ketika masyarakat bertransformasi ke dalam Network society. Segala informasi yg berseliweran di linimasa dibaca dan dipercaya bgt saja tanpa melihat faktualitas informasi dan validitas sumber, yg penting sesuai dgn apa yg ingin dipercayanya. Fenomena ini disebut selective exposure. Anda hanya ingin percaya pd informasi yg sesuai dgn perspektif anda tdk peduli informasi itu salah.

Pages