beragama

Imsak

Ilustrasi

Desember dua tahun lalu saya berada di Ankara. Itu malam Natal. Sepulang dari gereja saya mengunci diri di kamar. Anggota rombongan makan malam di resto hotel. Sebagian membuka botol Rakhi, araknya orang Turki. Mereka berucap selamat Natal kepada hanya sedikit dari kami. Jangan lupa, Turki adalah negara penting bagi kekristenan perdana. Tak cuma Antiokhia ada di sana, juga Nicea, kota yang darinya lahir kredo Iman Rasuli.

Salah Kaprah Bertuhan dan Beragama

 

Yang tau tentang kebenaran sejati dari Tuhan dan agama itu ya Tuhan itu sendiri, juga Rasulullah dan bukan kita. Kita hanyalah pengikut dari para mufassir yang berusaha menafsirkan kebenaran hakikat Tuhan dan agama itu. Dan karena tafsir manusia terhadap hakikat Tuhan dan agama itu tidak ada jaminan 100 % benar, maka Tuhanpun berseru pada kita untuk membuka dialog satu sama lain.

Sesat Logika Tweet Tengku Zulkarnain

Ilustrasi

Diantara hak itu adalah memberikan arahan atas ketaktahuannya. Apakah kita pernah menerima atau memberikan arahan kepada orang-orang Islam yang lain yang membutuhkan arahan, baik dalam hal pengetahuan maupun pekerjaan dan peluang-peluang mencari nafkah? Boro-boro, yang ada peluang-peluang itu kita simpan baik-baik hingga mati kelak.

Bagaimana Saya Menjadi Radikal dan Intoleran

Ilustrasi

Di kampus saya bergabung dengan salahsatu organisasi Islam –sekalipun pada akhirnya saya kecewa karena lembaga ini berislam secara sekuler- namun gagasan fanatik tidak goyah dikepalaku. Puncaknya pada 2012 saya dan beberapa kawan lain harus bersembunyi dari kejaran polisi setelah melakukan pengrusakan terhadap sejumlah gerai makanan cepat saji milik “kafir” sebagai reaksi atas film Innocent of Muslim yang menghina Rasulullah.

Maka Menagislah Kamu Indonesia

Ilustrasi

Jangankan berelasi terhadap agama berbeda, di kalangan sendiri kita gemar menegasikan kelompok lain. Tak muncul dari kita keberanian untuk mengaku bahwa tindak kekerasan atas nama Tuhan adalah keniscayaan tafsir dalam agama mana pun yang tak bisa disangkal. Kita perlu dengan rendah hati menerima kenyataan, menjadikan itu tanggungjawab komunal.

Negeri Tanpa Dendam

Ilustrasi

Ketika ditanya apakah ia masih menyimpan dendam dan kemarahan atas semua kekerasan, penghinaan dan penganiayaan yang dilakukan rezim dan lawan politiknya, dengan tenang ia menjawab, ”Memang ada rasa marah, bahkan takut karena kehilangan kebebasan sekian lama. Namun, jika saya melangkahkan kaki keluar dari penjara dan tetap menyimpan dendam, itu berarti saya masih terpenjara oleh mereka.

7 Langkah Untuk Indonesia Damai

Ilustrasi

4. Bangun persaudaraan antar umat beragama atas nama kemanusiaan. Jika kita tidak bisa menerima keyakinan agama orang lain, maka setidaknya kita menerima mereka karena kita sama-sama manusia. Sama-sama menghirup udara yang sama di planet ini. Dan sama-sama meminum air yang sama dari bumi yang sama.
.
5. Hindari isu, hoax, desas-desus, dan fitnah. Yakinlah menyebarkan dan menerima berita bohong itu adalah salah, dalam Islam bahkan berdosa dan melanggar ajaran Al-Qur'an.

Pages