Bencana

Introspeksilah Bukan Politisasi Bencana

Ilustrasi

Kalau soal tuduh menuduh, saya pun lebih mahir karena saya dididik intelijen Zimbabwe, salah satu dinas terbaik di dunia dan akherat. Keluargamu tertimpa musibah, misalnya, saya pun bisa mengarang cerita pendek misteri jika buapakmu atau simbokmu kualat karena sering menghina jomblo. Atau ketika hapemu nyemplung di kolam pemancingan dan engkau kelabakan, aku pun bisa berkata dengan pongah di hadapanmu, ".....makanya jangan suka mengintip kucing kawin. Tuh, rasain, diazab tuhan lu!"

Mengapa Palu, NTB, Sumbar dan Banten Terjadi Bencana?

Ilustrasi

Gempa di PALU sebagai balasan karena kalian tak mempercayai DNA Jokowi bergambar PALU dan Arit?

Banjir di JKT (Jakarta) gara-gara kalian sering mengejek JKT 58 dan lebih mengidolakan Blackpink?

Apakah tanda-tanda itu belum cukup bagimu agar kalian berhenti berpikir dan menjadi orang bodoh?

Mempolitisir Musibah Adalah Biadab

Ilustrasi

Dulu manusia-manusia waras bersatu dan sangat berempati saling bahu membahu saat terjadi musibah, dan kebetulan penulis pun menjadi salah satu relawan, kendati bukan pendukung SBY. Karena itu memang tak ada hubungannya dengan SBY, seperti halnya sekarang pun tak ada hubungannya dengan Jokowi. Karenanya bila Prabowo yang jadi presiden pun, maka bila ada musibah, tentulah tak ada hubungannya dengan Prabowo kan?

Musibah Lion Air Bukan Dagangan Politik Apalagi Canda

Ilustrasi

Saya terbang setidaknya dua kali seminggu hanya untuk bertemu dengan orang-orang yang saya sayangi. Dua kali dalam seminggu itu, saya harus mengundi lotre dan bertaruh dengan nasib. Semakin sering saya terbang, semakin besar peluang saya apes. Namun, tetap saja tak ada yang lebih membahagiakan dibanding perjalanan menuju bandara pada Jumat sore semacam itu. Jumat ini, saya akan terbang lagi ke Makassar. Dan kembali dari Makassar Senin pagi di jam-jam segitu.

Bela Rasa

Ilustrasi

Maka kita mendapat bukti tak terbantah: kemanusiaan cuma taik ledik. Moral dan belarasa hanya kosmetika peradaban. Agama dan spiritualitas terasa sebagai gincu murahan. Kita, termasuk saya, cuma bersedia menanggung derita dan nyeri anak-anak kita, tapi bukan tetangga kita, apalagi duaratusan manusia tak dikenal.

Para Pahlawan Di Lokasi Bencana

Ilustrasi

Tuan rumah mempersilakan kami "meminjam" arealnya untuk bekerja dan istirahat, tetapi melarang kami menyewa ruangan kamarnya. "Demi keamanan, sebab masih ada gempa susulan," kata pemilik hotel. Setelah kami tiba, beberapa rombongan jurnalis asing juga bergabung di areal hotel itu - mirip pengungsi, pikirku.

Pages