Bela Negara

Banser Itu Ga Ada Nyalinya

Ilustrasi

Mau petasan ditaruh di atas kepala, jika Kiyainya bilang diam! Biar kiyamat tinggal 2 hari, petasan pun akan meledak dalam hitungan detik, mereka para Banser tidak akan bergeming sedikitpun. Karena bagi mereka para Banser yang notabenenya Santri, membantah apalagi berinisiatif melangkahi dawuhnya Guru bukan hanya kuwalat, tapi dosa besar. Paham!

Makna Nasionalisme Ala TGB

Ilustrasi

Dalam suatu kesempatan Tuan Guru baru - baru ini mengatakan bahwa Nasionalisme dan Islam dapat berjalan beriringan. tidaklah sama Nasionalisme yang didapat di jazirah arab sana dengan nasionalisme yang muncul dari spirit syuhada dan Ulama di tanah air kita. Nasionalisme di tanah arab adalah diberikan oleh para penjajah. dengan tujuan memecah belah jazirah arab.

Hukum Menggaungkan Syiir Ya Lal Wathan Saat Sai

Ilustrasi

3. Hukum cinta tanah air ( nasionalisme ) dan hukum tidak cinta tanah air ( anti NKRI dan perangkat-perangkatnya )*

Nasionalisme harus terpatri dalam sanubari setiap anak bangsa demi menjaga semangat mempertahankan, siap berkorban dan berjuang demi bangsa, sehingga tetap lestari dalam kemajmukannya baik di bidang agama, suku dan budayanya terpelihara menjadi kekuatan riil demi memperkokoh kedaulatan bangsa.

Masa Depan Islam Ada di Zamrud Khatulistiwa

JATMAN

Oleh Ren Muhammad

Nuansa kota batik, Pekalongan, sontak berubah saat Konferensi Ulama Dunia II digelar pada 27-29 Juli 2016 yang mengangkat tema "Bela Negara, Konsep dan Urgensinya dalam Islam".

Masyarakat berduyun-duyun mendatangi Gedung Kanzus Shalawat yang berdekatan dengan kediaman seorang ulama kharismatik Indonesia, Habib Muhammad Lutfi bin Ali bin Yahya.

Aura keislaman yang memang kentara di sini, kian terkukuhkan ketika Habib Lutfi naik podium, mengawali istighasah, tepat pada malam sebelum konferensi dimulai.

Bela Negara Wujud Pertahankan NKRI

Ilustrasi

Ancaman potensial yang dihadapi Indonesia pada saat ini adalah globalisasi. Meski tidak dimungkiri jika di dalamnya ada pula manfaat potensial. Apakah bahaya potensial dalam globalisasi? John Naisbitt menjelaskan bahaya yang bersembunyi di balik globalisasi adalah fragmentasi internal hingga disintegrasi bangsa. Menurutnya, semakin besar demokrasi menjadi cara pandang berbangsa dan bernegara, maka semakin banyak jumlah negara di dunia. Artinya, hal itu akan menguatkan identitas lokal untuk bertarung merebut pengaruh.

Pages