bela islam

Bahaya Salah Maknai Ayat Suci Al Qur'an

Ilustrasi

“Barangsiapa yang membunuh seorang manusia, bukan karena orang itu (membunuh) orang lain, atau bukan karena membuat kerusakan dimuka bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh manusia seluruhnya. Dan barangsiapa yang memelihara kehidupan seorang manusia, maka seolah-olah dia telah memelihara kehidupan manusia semuanya. Dan sesungguhnya telah datang kepada mereka rasul-rasul Kami dengan (membawa) keterangan-keterangan yang jelas, kemudian banyak diantara mereka sesudah itu.

Sekelompok Manusia Murahan

Ilustrasi

Bayangkan! Mereka yang hanya belajar sesaat dari buku-buku yang tak jelas sanadnya, memperdalam ilmu dari Yutub sambil mengunyah cemilan di atas dipan, membaca tulisan di google atau yang terpampang di dunia maya, dengan sebegitu mudahnya menjelek-jelekkan Ulama kita! Baca Qur'an saja belepotan, kok sebegitu pedenya mengumpat Ulama kita yang dari kecil nglesot di teras Kiyai untuk mengaji.

Prabowo Pemimpin Paling Ikhlas

Ilustrasi

Jokowi selalu diframing memusuhi Umat Islam dan antek aseng oleh hatersnya. Ndilalah Australia berencana memindahkan Kantor Kedutaannya di Israel ke Jerussalem. Lha kok Prabowo malah "mendukung" rencana itu dan sebaliknya Jokowi menentangnya. Disitulah pembedanya dan bisa dilihat jelas siapa yang konsisten membela Kemerdekaan Palestina. Padahal Prabowo juga salah satu figur sentral "Bela Islam". Nah, itu juga letak keikhlasannya.

911 Dan 212

Ilustrasi

Kemudian, pada saat Reuni 212 kemarin. Himbauan yang sama muncul dari Kedutaan Besar Saudi Arabia untuk Indonesia. Bahwa warga Saudi dihimbau untuk tidak mendekati sekitar area aksi. Ada nuansa kekhawatiran dari himbauan tersebut. Tapi untungnya, aksi kemarin berlangsung super damai dan tidak terjadi hal yang dikhawatirkan. Jika hal tersebut (chaos) benar-benar terjadi, maka bisa dipastikan tidak ada korban warga negara Saudi.

Reuni 212, Reuni Para Pemfitnah

Ilustrasi

Seharusnya orang-orang seperti Tengku Zulkarnain, Rizieq Shihab, Amien Rais, Zulkifli Hasan atau yang lainnya tahu adab seperti ajaran Rasulullah. Namun ketika ada hinaan, ejekan, hingga fitnahan mereka semua sama saja. Jangankan memberhentikan, mereka justru malah membiarkan. Pun hinaan atau fitnahan yang dilontarkan disertai dengan ucapan takbir. Sungguh peristiwa yang sangat bertolak belakang dengan ajaran-ajaran nabi.

Benarkah Reuni 212 Menaikkan Keimanan?

Ilustrasi

Betapa ngoyonya sampai harus menggadaikan motor. Terus setelahnya kudu bekerja keras untuk nebus. Besok melek mata, besok dan besoknya besok lagi nyatanya presidennya masih Jokowi. Opo ndak nyesek Uda? Wih apa di benaknya sudah membayang surga dengan menuntun anak-anak ke Monas? Jadi teringat para perempuan di Arab yang selalu memboyong anak-anaknya sholat subuh di Masjidil Haram dan An Nabawi. Ketika takbiratul ikram paduan suara tangis mereka menggema indah sekali.

Reuni 212, Gerakan Politik Kekuasaan

Ilustrasi

Bawaslu hendaknya proaktif melakukan penyelidikan adanya politik uang yang digelontorkan oleh kubu capres yang sangat diuntungkan dengan adanya kegiatan politik berbau kampanye yang berbalut agama ini. Sementara PPATK bisa melacak lalu lintas aliran dana, penyandang dana dan penerima aliran dana untuk kegiatan tersebut.

Saat Kalimat Tauhid Hanya Kedok

Ilustrasi

Karena ambisi politik bakul obatpun di ulamakan
Karena ambisi politik tokoh negarawan hilang kenegarawanannya.

"Para preman itu akan menjadi gelandangan politik selamanya".
Yang berkata demikian jasadnya sudah terkubur dalam bumi, tapi kalian yang masih hidup di atas bumi justru memperjelas ucapan sang guru bangsa, bahwa negeri ini banyak premannya.

Pages