basuki

Aku Pamit dalam Sepiku; Tribute To Ahok

Ilustrasi

Tak sedikit warga Jakarta yang mencintainya - bahkan dari banyak rakyat Indonesia - akan menatap lambaian 'tangan' hati kedua pemimpin itu. Kota Jakarta sendiri seperti pedih oleh perpisahan itu, sebab sebagian wajahnya mulai bopeng di sana sini. Sampah yang membusukkan sungai. Parkir liar yang menjamur. RPTRA yang terancam di sudut-sudut kota. Sebagian srigala politik yang siap menerkam dan memperkosa kota. Wajah kota ini nampak kuyu menyambut perpisahan itu.

Kampanye Rasis Anti Kebhinekaan Anies

Ilustrasi

Dan lagi-lagi, kampanye diskriminatif berbasis SARA keluar dari paslon Gubernur DKI no-3 ini. Menjadikan isu beda agama adalah penggiringan (pembodohan?) publik menjadi irrasional-emosional dan makna demokrasi direduksi dan tunduk pada pemikiran-pemikiran primordial dan otoriter. Dan pada akhirnya akan melahirkan pemimpin yang rasis.

Tentu mempertimbangkan agama dalam memilih pemimpin bukan hal yang salah. Namun, jika pertimbangan agama menggeser ukuran-ukuran rasional secara menyeluruh, demokrasi akan gagal menghasilkan pemimpin yang berkualitas.

Sekali Lagi Soal 212, Bullshit

Ilustrasi

Oleh Asman Azis

Dari membaca berbagai info dan berita soal Aksi 411 dan 212, jadinya gak bisa juga nahan diri untuk tidak berkomentar, hehe… Apalagi banyak sekali bertebaran mistifikasi dan “lebay-sasi” soal aksi-aksi tersebut… Beritanya biasanya dimulai dengan, "Subhanallah, Merinding, Dahsyatnya, Apa Rahasia 212?", dst… Bahkan ada satu foto sandal jepit bolong yang beredar yang konon digunakan oleh Mujahid dari Ciamis ke Jakarta… Subhanallah…!!!

Kami Bela NKRI, Bukan Bela Basuki

Oleh: Ari Wibowo

 

Banyak di antara kami yang sebenarnya lebih suka kedamaian dan ketenangan, bukan ontran ontran dan kegaduhan. Kami lebih suka bekerja mencari rejeki demi kesejahteraan anak istri, dan di akhir pekan mencari hiburan dengan rekreasi.

Tapi melihat anda gaduh dan berisik, serta heboh melakukan berbagai propaganda politik dengan kemasan agama, membuat kami merasa tercekam dan serasa sedang menonton film horor. Jantung kami berdegup kencang, melihat kata kata ancaman berbau darah.

Pages