banser

Ansor Abal-Abal

ilustrasi

Disini saya menilai, sebagai bukan kader Ansor-Banser, hal tersebut sangat tidak etis. Organisasi semisal Ansor-Banser terlalu besar untuk dijadikan alat kampanye politik yang sifatnya hanya tahunan, sedangkan organisasi ini sudah berdiri bertahun-tahun lamanya. Meski banyak orang Ansor-Banser yang nyaleg dan berpolitik, namun tetap mereka bersikap profesional.

One Day One Hoax (Bodoh)

Ilustrasi

Sudah diberikan klarifikasi oleh pihak GP Ansor bahwa itu tidak benar. Namun untuk keberadaan banner ini, saya masih belum tahu apakah benar ada atau tidak dan dipasang dimana. Yang pasti ini merupakan ulah tangan-tangan jahil yang hanya ingin mengadu-domba dan memecah-belah. Kaum seperti ini harus ditegasi. Jangan sampai negeri ini dikuasai oleh mereka, bisa bahaya! 
.

Banser Itu Ga Ada Nyalinya

Ilustrasi

Mau petasan ditaruh di atas kepala, jika Kiyainya bilang diam! Biar kiyamat tinggal 2 hari, petasan pun akan meledak dalam hitungan detik, mereka para Banser tidak akan bergeming sedikitpun. Karena bagi mereka para Banser yang notabenenya Santri, membantah apalagi berinisiatif melangkahi dawuhnya Guru bukan hanya kuwalat, tapi dosa besar. Paham!

Pernyataan Pesantren Babakan Pada HTI, Ganyang HTI

Ilustrasi

Pertemuan ini, berhasil membuat kesepakatan di antaranya majelis kiai, bahwa pesantren harus terlibat dalam perjuangan kemerdekaan. Selepas pertemuan ini, ditindaklanjuti dengan pengiriman laskar santri ke Surabaya untuk menghadang 6000 pasukan Brigade 49, Divisi 23. Pasukan NICA ini dipimpin oleh Brigadir Jendral AWS Mallaby.

Banser NU Cerdas

Ilustrasi

Untung Banser NU cerdas, dengan tidak masuk ke dalam skenario mereka. 
Segala penghinaan terhadap Banser, segala pengrusakan terhadap kantor Banser, pemantik pembubaran Banser dan intimidasi terhadap anggota Banser, maka sikap Banser tetap satu komando. 
Langkah Banser adalah melaporkan ke yang berwajib (polisi), biar polisi yang menyelesaijan pendholiman ini.

Bela Rasa

Ilustrasi

Maka kita mendapat bukti tak terbantah: kemanusiaan cuma taik ledik. Moral dan belarasa hanya kosmetika peradaban. Agama dan spiritualitas terasa sebagai gincu murahan. Kita, termasuk saya, cuma bersedia menanggung derita dan nyeri anak-anak kita, tapi bukan tetangga kita, apalagi duaratusan manusia tak dikenal.

Saat Ini Banser Pasang Badan Demi NKRI Lawan HTI

Ilustrasi

Kedua adalah kelompok politik yang tidak searah dengan dukungan politik NU pd Pilpres 2019. Meskipun NU mendeklarasikan diri sebagai ormas Islam yang berposisi netral, namun siapa yang tidak mengasosiasikan KH. Ma’ruf Amin sebagai simbol atau sosok tokoh NU. Kelompok ini sebenarnya hanya “pembonceng” saja. Mereka tidak peduli dgn HTI atau apapun. Isu yg mereka angkat adalah bahwa saya atau kami tidak mengenal HTI, yang kami tau ketika kalimat Tauhid dibakar, maka kami marah.

Pages