banjir jakarta

Teori Tangkap Hujan Gagal, Banjir Jakarta Semakin Brutal

Sejatinya teori "tangkap hujan" Muslim Muin tidak jelek-jelek amat. Cuma salah waktu saja. Kalau teori Muslim Muin ini diterapkan di Jakarta tahun 1950 saat lahan terbuka umum dan lahan terbuka di pemukiman masih luas, mungkin masih bisa dilakukan. Tapi kalau mau diterapkan sekarang dimana ruang terbuka hijau hanya tinggal 9,98% dan minimnya halaman rumah di pemukiman Jakarta, sepertinya akan ditertawakan ahli hidrologi di seluruh dunia. Dari sosok Muslim Muin kita bisa membaca dengan jelas kualitas anggota TUGPP Jakarta. Memalukan.

Banjir Jakarta Mengontaminasi Politik

Banjir tetap mengepung Ibu Kota sampai Kamis, 2 Januari 2020, kemudian surut secara perlahan. Selain curah hujan yg tinggi, sumbangan air bah dari Bogor menambah tingginya banjir. Demikian banyak daerah yg terendam, bahkan bak tsunami, di kawasan Perumahan Pondok Gede Permai, Bekasi air menyeret mobil dan sepeda motor, bertumpuk dan jelas rusak parah.

Mengukur Kinerja Gubernur

Dalam literatur ilmu manajemen, kata teman saya, ada banyak metode bisa digunakan. Salah satunya metode Malcom Baldrige (Menteri Perdagangan AS, 1981-1987), yang pada awalnya merupakan penilaian untuk penghargaan yang diberikan Kongres Amerika Serikat bagi organisasi atau perusahaan yang mempunyai komitmen tinggi dalam menjacapai kinerja terbaiknya. We can not manage what we can not measure. Kita tidak dapat mengelola sesuatu yang tidak dapat kita ukur. Artinya, tinggal kita balik: Yang dapat kita kelola, bisa kita ukur. 

Banjir Jakarta 2020: Hentikan Kebohongan dan Ngeles

Okt-2012 Jokowi-Ahok dilantik, dengan anggaran di tahun terakhir Fauzi Bowo adalah Rp 36T. Ada peningkatan sedikit untuk RAPBD-2013, dan di tahun terakhir Jokowi-Ahok-Djarot, ABPD menjadi Rp 72T

Okt-2017 Anies dilantik, dengan dan beliau menaikkan RAPBD-2018 menjadi Rp 77T, antara lain untuk staf ahli (TGUPP) yang pada era gubernur sebelumnya, cukup diambil dari dana operasional gubernur.

Pages