ASN

Kegagalan Revolusi Mental ASN

Kaum "komunitas kecewa bersama" yang ada di tubuh ASN ini dapat diklasifikasikan ke dalam 2 kelompok, yaitu :

Kelompok 1
Mereka merasa di jaman Pemerintahan Jokowi terlalu banyak kerjaan tapi cari uang tambahan susah (baca : korupsi susah). Alasan ini juga sering saya dengar secara langsung, karena kebetulan pekerjaan saya sebagai 'soft-skill trainer' yang banyak berinteraksi dengan mereka. Alasan mereka sungguh tidak masuk akal dan mengkhianati sumpah mereka saat menjadi ASN di awal mereka bekerja.

Menelisik ASN Kementan Yang Partisan

ilustrasi

4. Sebagai bukti nyatanya PNS di Kementerian Pertanian (Kementan) banyak yang mengikuti reuni akbat 212 di Monas. Hebatnya lagi, ada yang berkampanye saat kedinasan dengan akungkan salam 2 jati yang menjadi simbol pasangan 02. Ya ini tentu mereka merasa percaya diri karena merujuk data kemenangan 02 berdasarkan hasil perhitungan sementara internal mereka. Bukan kaleng-kaleng, PNS Kementan tersebut menempati jabatan strategis sebagai Kepala Bagian Humas Sekretarian Jenderal Kementan, Dhani Gartina.

Cerdaslah Membedakan Pemerintah Dalam Dikotomi Administrasi Dan Kekuasaan

ilustrasi

Soal netralitas? Yakin kita bisa mengukur netralitas ASN dari prilaku yang tersirat. Kehadiran pejabat di wilayah yang membutuhkan bantuan pada sebuah periode pemilu, sudah cukup mengindikasikan dukungan politik tanpa menyatakan mendukung calon tertentu. Intinya, organ pemerintah selalu punya cara untuk ‘ngotot’ mempertahankan supremasi dan menunjukan hasil kerjanya, dengan atau tanpa embel-embel politik. 
..

Menyelamatkan ASN Radikal

ilustrasi

Presiden RI bukan Imamul A'zham 'alami (pemimpin umat Islam dunia) sebagaimana persepsi kaum radikal tetapi Presiden adalah Imamul A'zham di wilayah hukumnya (wilayatul hukmi). Presiden RI Ulil Amri untuk warga negara Indonesia. Dia wakil rakyat Indonesia untuk melindungi, menjaga keamanan, menciptakan kesejahteraan, mengadakan fasilitas-fasilitas kehidupan dsb. Tentu saja objek sasaran dari aktivitas pengurusan Presiden adalah al-muwathin/warga negara Indonesia (WNI).

Bahasa Cambuk

 

Kenapa harus kasar?

Percuma ngomong halus sama sapi. Bahasa yang dipahami sapi itu bahasa cambuk. Ente bilang, "Jalan!" Itu sapi bakal cuek dengan bloonnya. Tapi begitu ente angkat cambuk, si sapi langsung ngacir.

ASN yang ditegur Rudiantara itu bahkan lebih dungu dari sapi. Kemkominfo memang jadi sarang sapi sejak lama. Maka Rudi harus memakai bahasa cambuk.

Apakah itu berhasil?

Pages