Asmat

LTN PBNU Terus Islamkan Suku Asmat

Ilustrasi

Dari perkenalan inilah kemudian Rifa'i diajak suster tersebut pergi ke Merauke. Kendati asli orang Jawa, orang tua si suster tersebut juga memiliki rumah dan tinggal di Merauke. Oleh orang tua suster tersebut, akhirnya Rifa'i diangkat menjadi anak. Dan singkat cerita, di Merauke inilah Rifa'i menyatakan diri sebagai muslim.

Yang Tertinggal Di Aksi Zaadit

Ilustrasi

Papua jelas bertambah baik. Kekurangan gizi memang belum sepenuhnya teratasi tapi upaya tak henti perlu diapresiasi. Dari tujuh presiden Indonesia, cuma Jokowi yang berani menantang bala untuk membereskan kekacauan di sana. Ribuan kilometer jalan beraspal yang dia bangun menjadi bukti tak tersangkal atas cintanya kepada Papua, kepada Indonesia. Dan itu menjadi landasan dalam menyelenggarakan perbaikan.

Catatan Tim Kemanusiaan NU di Asmat (2)

Ilustrasi

Menjembatani persoalan yang ada, Tim NU melaksanakan kunjungan ke para ketua-ketua adat yang ada di Agats, Asmat, ini adalah kulonuwun, assalamualaikum atau darmom (dalam Bahasa Asmat) yang berarti salam sebuah penghormatan kepada tuan rumah, Tim diterima oleh pata ketua adat di JEW (rumah adat), kami melaksanakan sosialisasi tentang apa yang akan kami laksanakan untuk waktu yang lama dan terprogram, yang kedua penguatan kapasitas local yang ada, penguatan ini diikuti oleh para pengurus NU Asmat dan juga diikuti oleh para pemuda dari 3 kam

Islam Pribumi Tumbuh Subur di Asmat

Ilustrasi

Di Asmat, dua tahun yang lalu, bila ingin mengirim sms atau bertelepon, saya pasti mengulang-ulang. Sering pula hingga belasan kali baru kemudian berhasil. Dan saya jarang internetan di sana. Sms dan telepon saja sulitnya seperti itu, apalagi internet. Ada memang orang-orang yang jualan voucher wifi. Sepuluh ribu dapat satu jam. Tapi speednya sungguh melatih kesabaran. Kendati demikian, terakhir saya komunikasi dengan orang sana, sinyal disana sudah 3G kini.

Zaadit, Tolol Boleh Tapi Jangan Diperalat Kepentingan Politik

Ilustrasi

Salah satu ketololanku waktu kuliah di Bandung adalah malas kuliah, dan lebih rajin ikut aktivitas luar kampus. Suatu pagi ada mata kuliah yang aku malas hadir, dan lebih memilih tidur pagi di kamar. Nah teman kostku, teman baikku, ia pagi-pagi sudah berada di kelas. Dan karena ia sangat baik, maka ia "berbuat baik" dengan mengabsenkanku di kelas padahal aku tidak hadir, dan tidak pernah dalam sejarah aku minta titip absen. Dan ketahuan pula, alamak! Tolol yang tidak ketulungan, bukan?

Catatan Tim Kemanusiaan NU di Asmat

Ilustrasi

Selama bertugas Tim NU selalu melakukan koordinasi dengan berbagai pihak, hal-hal yang kami temukan tidak bisa diselesaikan dalam waktu yang singkat, karena pola kehidupan mereka (suku asmat) yang sangat jauh dari apa yang kita bayangkan selama ini, diantarannya persoalan air bersih hanya dari air hujan, untuk mandi dan minum tanpa dimasak terlebih dahulu, sehingga pertanyanya bagi tim bukan "berapa kali mandi? tapi kapan terakhir mandi ?".

NU Tak Ributkan Kartu, Langsung Terjun Ke Asmat

Ilustrasi

Perasaanku sedikit lega ketika speedboat sampai di distrik Agast. Di sini kami beruntung karena salah satu pengurus NU setempat adalah salah satu tetua adat di kampungnya. Beliau bernama Bapak Leo Rahamtulloh Piripas ketua Badan Musyawarah Kampung (BAMUSKAM). Kehadiran beliau membuat kami bisa disambut hangat oleh masyarakat Asmat. Hambatan komunikasi dan memahami kultur warga setempat yang dialami oleh beberapa NGO lain setidaknya tidak terlalu kami pusingkan.

Gerindra dan SBY Lakukan Politisasi Tak Beradab

Ilustrasi

Yang kedua, justru dilakukan oleh ketum parpol ya sendiri sekaligus Presiden keenam. Isu kriminalisasi ulama dan pertumbuhan ekonomi diangkat. Warganet membalikkan pernyataan Presiden keenam dengan menyodorkan bukti bahwa di masa beliau menjabat, ada sekian (yang dianggap) ulama dihukum.

Pages