Arab

Demokrasi Dicaci Tapi "Digauli"

ilustrasi

Oleh Sumanto Al Qurtuby

Saya perhatikan ada sejumlah kelompok yang hobinya mencaci-maki demokrasi karena dianggap sebagai “sistem liberal-sekuler” atau “produk kebudayaan Barat” yang “kapir-njepir”. Tetapi pada saat yang sama, mereka gemar “menggauli” atau “mengsetubuhi” demokrasi ini. Setidaknya ada tiga kelompok yang “membenci tapi merindu” demokrasi ini. Pertama, kelompok tidak tahu malu. Kedua, kelompok tidak tahu diri. Dan ketiga, kelompok yang tidak tahu sama sekali.

Tampang Sopir dan Pembantu (Catatan Antropologi Haji)

Oleh : Sumanto Al Qurtuby

Malam itu, bus yang membawa saya, istri, dan rombongan “kandidat” haji lain (mayoritas warga ekspat profesional dari Pakistan, India, dan Arab, selain penduduk Saudi tentunya) yang berangkat dari Dammam ke Makah berhenti di sebuah kota untuk istirahat sejenak untuk makan-minum, ke toilet, salat, atau sekedar “selonjoran” biar kaki dan tubuh tidak kaku-regeng kayak tiang listrik. Di tempat itu ada cukup banyak bus malam dari berbagai kota yang berhenti istirahat.

Mengapa Penting Belajar dari Orang Cina?

Suasana Imlek di Solo

Oleh: Abdurrahman Wahid
Jadi orang Cina di negeri ini, di masa ini pula, memang serba salah. Walaupun sudah ganti nama, masih juga ditanyakan 'nama asli'nya kalau mendaftarkan anak ke sekolah atau jika membuat paspor. Mungkin, karena memang nama yang digunakan terasa tidak pas bagi orang lain, seperti nama Nagaria. Biasanya naga menggambarkan kemarahan dan keganasan. Apakah si naga yang riang gembira ini tertawa-tawa? Hartadinata, terasa lucu, karena tidak klop antara kekayaan dan keanggunan jabatan, antara harta dan nata.

Pages