Arab

Antara Karyawan Rasis dan Kambing

 

"Gini. Gue tahu dia benci banget sama Cina. Kalau dia punya kekuasaan mungkin gue akan diganyang. Keluarga gue dihabisin. Terus apa alasannya gue masih pertahankan dia di kantor. Itu sama aja ngasih makan anak singa yang nanti bakalan melahap gue idup-idup."

Rupanya teman saya ini benar-benar resah. Dia tidak menanggapi ledekan saya. "Kalau gue pecat dia, apakah gue salah?," tanyanya lagi.

"Tanpa ada sebab apa-apa lu langsung pecat?"

Saudi Perlu Belajar dari China

Meski menganut sistem komunis, China tidak terlalu tertarik mengekspor ideologi, seperti yang dilakukan Uni Sovyet dulu. Mereka lebih getol mengekspor barang industri. Karena lebih jelas manfaatnya.

Ini juga yang dirasakan Saudi Arabia. Dunia tahu selama ini mereka getol mengekspor Wahabisme ke seluruh dunia. Sekitar 100 miliar US dolar digelontorkan untuk proyek itu.

Indonesia, Saudi, dan China

Tidak ada sama sekali isu tentang kekhawatiran bahaya laten komunis dan tetek-bengek lainnya seperti yang dikumandangkan oleh jamaah "Bani Nasbung" di Indonesia. Warga Saudi hepi-hepi saja dengan aneka produk China yang "mengsunami" kawasan Jazirah Arab ini: dari ponsel sampai boneka onta he he. Bukan hanya China, produk-produk dari Russia yang sebagian berlogo palu arit seperti dalam foto ini (kredit foto untuk Pak Kiai Nurul Huda) juga bertebaran di Saudi.

China: Partner Strategis Negara-Negara Arab Teluk

Meskipun pada 1985 terjadi pertemuan resmi tertutup antara Saudi dan China di Oman, hubungan diplomatik secara resmi antara kedua negara baru dilakukan pada tahun 1990. Meski hubungan diplomatik sudah terjadi sejak 1990 tapi baru 1999 Presiden PRC Jiang Zemin mengunjungi Riyadh yang disambut sangat hangat oleh kerajaan. Kunjungan itu menghasilkan berbagai keputusan penting kerja sama ekonomi tertutama di bidang energi dan perminyakan.

Arab Tak Berarti Habib :Tidak semua 'Alawi' itu 'Alawi'

Penting untuk diketahui, tidak semua keturunan Ali ini kelak menjadi pengikut sekte agama Islam Syiah, meskipun istilah "Syiah" itu sendiri awalnya merupakan sebutan untuk kelompok atau partai pendukung Ali bin Abi Thalib (karena itu dulu kelompok ini juga disebut "Syiatu Ali" atau pendukung / pengikut Ali). Banyak dari keturunan Ali ini yang menjadi pengikut Sunni dan aliran Islam lain.

Demokrasi Dicaci Tapi "Digauli"

ilustrasi

Oleh Sumanto Al Qurtuby

Saya perhatikan ada sejumlah kelompok yang hobinya mencaci-maki demokrasi karena dianggap sebagai “sistem liberal-sekuler” atau “produk kebudayaan Barat” yang “kapir-njepir”. Tetapi pada saat yang sama, mereka gemar “menggauli” atau “mengsetubuhi” demokrasi ini. Setidaknya ada tiga kelompok yang “membenci tapi merindu” demokrasi ini. Pertama, kelompok tidak tahu malu. Kedua, kelompok tidak tahu diri. Dan ketiga, kelompok yang tidak tahu sama sekali.

Tampang Sopir dan Pembantu (Catatan Antropologi Haji)

Oleh : Sumanto Al Qurtuby

Malam itu, bus yang membawa saya, istri, dan rombongan “kandidat” haji lain (mayoritas warga ekspat profesional dari Pakistan, India, dan Arab, selain penduduk Saudi tentunya) yang berangkat dari Dammam ke Makah berhenti di sebuah kota untuk istirahat sejenak untuk makan-minum, ke toilet, salat, atau sekedar “selonjoran” biar kaki dan tubuh tidak kaku-regeng kayak tiang listrik. Di tempat itu ada cukup banyak bus malam dari berbagai kota yang berhenti istirahat.

Pages