Arab

Hapal Kitab Suci Di Negeri Religi

Ilustrasi

Mudah2an pula kelak di semua Universitas Negeri riuh anak2 berbahasa percakapan menggunakan bahasa Arab, Ibrani, Sansekerta dan Pali, serta bahasa Mandarin. Sungguh meriah nampaknya jika mereka yg beragama berbeda bercakap dengan menggunakan bahasa kitab suci masing2. Si muslim bercakap menggunakan bahasa Arab, oleh si Kristen dijawab dengan menggunakan bahasa Ibrani. Si muslim bercakap menggunakan bahasa Arab dijawab oleh si Hindu dengan menggunakan bahasa Sansekerta.

Antara Karyawan Rasis dan Kambing

 

"Gini. Gue tahu dia benci banget sama Cina. Kalau dia punya kekuasaan mungkin gue akan diganyang. Keluarga gue dihabisin. Terus apa alasannya gue masih pertahankan dia di kantor. Itu sama aja ngasih makan anak singa yang nanti bakalan melahap gue idup-idup."

Rupanya teman saya ini benar-benar resah. Dia tidak menanggapi ledekan saya. "Kalau gue pecat dia, apakah gue salah?," tanyanya lagi.

"Tanpa ada sebab apa-apa lu langsung pecat?"

Saudi Perlu Belajar dari China

Meski menganut sistem komunis, China tidak terlalu tertarik mengekspor ideologi, seperti yang dilakukan Uni Sovyet dulu. Mereka lebih getol mengekspor barang industri. Karena lebih jelas manfaatnya.

Ini juga yang dirasakan Saudi Arabia. Dunia tahu selama ini mereka getol mengekspor Wahabisme ke seluruh dunia. Sekitar 100 miliar US dolar digelontorkan untuk proyek itu.

Indonesia, Saudi, dan China

Tidak ada sama sekali isu tentang kekhawatiran bahaya laten komunis dan tetek-bengek lainnya seperti yang dikumandangkan oleh jamaah "Bani Nasbung" di Indonesia. Warga Saudi hepi-hepi saja dengan aneka produk China yang "mengsunami" kawasan Jazirah Arab ini: dari ponsel sampai boneka onta he he. Bukan hanya China, produk-produk dari Russia yang sebagian berlogo palu arit seperti dalam foto ini (kredit foto untuk Pak Kiai Nurul Huda) juga bertebaran di Saudi.

Pages