Aparat

Mau Kalian Negara Ini Rusuk Atau Damai?

ilustrasi

Katanya ini negara hukum, pemerintah disuruh tunduk pada hukum.. Tapi kubunya sendiri ndak mau berada di jalur hukum, malah milih jalur undangan, ngundang pipel rusuh. Katanya damai, tapi demontrasi pakai aksi bakar2, iya kalo jagung atau ikan yang dibakar. Lha ini, yang dibakar asrama brimob dan mobil. Emang asrama itu isinya teletabies, yang suka berpelukan, walau rumahnya dibakar?

Masyarakat Patungan Bantu Support Logistik Polisi Yang Kawal Demo Bawaslu

ilustrasi
Kami janjian sama Mbak Judith Lubis yang membantu kordinasi dengan pihak kepolisian untuk menyalurkan donasi teman-teman. Karena mendadak, kami baru bisa diterima di Polda pukul 18.00. Rencananya kami akan dikawal menuju Bawaslu tapi waktunya tunggu laporan dari yang tugas di lapangan. Pukul 21.00 polisi ngajak berangkat.

Tentang Anggaran Militer Indonesia Yang Minim

ilustrasi

Tapi kita negara damai toh? TNI cukup kuat mengamankan setiap jengkal perbatasan dari ancaman pihak luar, juga tangguh mengamankan rongrongan kelompok-kelompok pengacau keamanan, sinergi dengan Polri menjalankan Sistem Hankamrata melibatkan seluruh rakyat Indonesia.

Indonesia ini negara kaya dan kuat. Jangan mau ganti presiden yang ngebet pengen perang, banyak-banyakin beli amunisi ketimbang bangun infrastruktur?

Surat Kepada Para Abdi Negara

Ilustrasi

Tidakkah kalian harusnya merasa malu? Sebagai warga negara yang mencintai negaranya, saya betul-betul tidak ikhlas dunia akhirat jika kalian para penghianat bangsa itu, tetap tenang dan enak-enakan menggares (memakan dengan tanpa rasa malu) uang negara yang dihimpun dari hasil bumi, pajak rakyat, serta berbagai upaya yang dilakukan pemerintah untuk tetap bisa memberi gaji rutin bagi seluruh pegawai negeri. Gaji rutin setiap bulan.

Bibit Teroris Di Surabaya

Ilustrasi
Beruntung kami lebih dulu dijejali dengan dalil-dalil agama Islam yang mengedapankan cinta damai oleh bapak saya dan guru-guru saya sehingga apa yang disampaikan kaum radikalis itu selalu bertentangan dengan hati nurani kami. Kami secara tegas menolak dan memberikan ultimatum untuk tidak datang lagi ke rumah kami.
 

Pages