Anti Pancasila

Ex HTI Kecewa Pada Prabowo dan Segera Nyatakan Golput

Ilustrasi

Akan tetapi pernyataan Prabowo di video tersebut telah membantah dan mementahkan semuanya. Prabowo yang mengaku besar di TNI, pernah mempertaruhkan nyawa demi NKRI, menyatakan tetap setia kepada Pancasila serta UUD 45, tak akan pernah mengubahnya menjadi bentuk khilafah. Itu adalah pernyataan yang jelas menyakitkan orang orang ex HTI yang merasa percuma mendukung Prabowo Sandi.

Memberangus Perusak Islam

Ilustrasi
Melandaskan keyakinan bahwa HTI jelas telah melanggar konstitusi, Presiden Joko Widodo langsung mengeluarkan Perpres tentang Organisasi Masyarakat yang kemudian berubah menjadi UU Ormas. Meski HTI melakukan banding namun pengadilan telah menetapkan bahwa HTI termasuk organisasi yang terlarang. “Bukan hanya kita yang melarang HTI. Ada 15 negara Islam juga melarang HTI termasuk Arab Saudi, Malaysia, Mesir, Turkey, Iran dan lain sebagainya” ungkap Presiden Joko Widodo akhir pekan lalu.

Kejamnya Skenario Wahabi Di Belakang Prabowo

Ilustrasi
Belajar dari kegagalan cara-cara pemberontakan itu, kalangan Wahabi ini memanfaatkan alam demokrasi untuk mendirikan parpol dan merangsek masuk ke dalam birokrasi dan pemerintahan. Mereka memaksakan aturan agama Islam secara ketat hingga melanggar hak azasi warga negara yang berbeda keyakinan. Yang lebih mendekatkan Wahabi dengan Ikhwanul Muslimin adalah ketidaktundukan mereka terhadap pemerintahan negara, atas nama nasional.

Musuh Dalam Selimut

Ilustrasi
Pemahaman apa pun yang berbeda, apalagi bertentangan dengan pemahaman mereka, dengan mudah akan dituduh bertentangan dengan Islam itu sendiri, karena watak dasar tafsir ideologi memang bersifat menguasai dan menyeragamkan. 
 
Dalam bingkai inilah aksi-aksi pangkafiran maupun pemurtadan sering dan mudah dituduhkan terhadap orang atau pihak lain. 
 

Mengapa Saya Jadi Target Serangan Kelompok Radikal

Ilustrasi

Saya tidak akan main aman, kalau main aman, saya berpolitik seperti yang lain-lain. Main aman karena takut diserang, dibully, yang mungkin juga main aman dan takut karena punya kesalahan. Bagi saya perjuangan melawan radikalisme dan politisasi agama tidak cukup di luar sistem dan hanya dari pihak masyarakat sipil saja (seperti yg saya lakukan sebelum ini). Perlu dilanjutkan dengan adanya kebijakan dan peran Negara untuk melawan radikalisme ini (selain Negara juga melayani rakyat, mencerdaskan, menciptakan lapan

HTI Berkamuflase Dari Papua

Ilustrasi

Sebagaimana kita ketahui bersama, pengadilan HTI beberapa waktu lalu sempat ramai di medsos. Gus Guntur Romli dan kiai Ishomuddin menjadi target lontaran miring dan fitnahan selepas beliau berdua menjadi saksi di PTUN. Dan setelah kesaksian yang membungkam itu, kini ada sebaran video ceramah seorang ustadz yang ada label bendera HTI yang diakhir videonya terkesan nasionalisme banget.

Jubir HTI Terdiam Dengan Bantahan Ahli PBNU

Ilustrasi

Berikut ini saya ceritakan "debat panas" saya dengan Ismail Yusanto (juru bicara HTI) sebagai penggugat dalam urusan yang sensitif ini:

Dalam sidang gugatan eks-HTI di PTUN, Ismail Yusanto bertanya kepada saya sebagai saksi ahli, "Menurut saudara ahli menegakkan khilafah itu hanya ilusi, tetapi mengapa anda menyatakan bahwa HTI menjadi ancaman bagi keutuhan NKRI?"

Membungkam Jubir HTI Di Pengadilan

Ilustrasi

(Tapi yang pasti saya mulai tidak tertarik ide Khilafah Hizbut Tahrir karena isinya hanya dogma, bukan diskusi, isinya propaganda bukan kajian kritis, untuk semua persoalan yang dibahas, jawabannya cuma satu: Khilafah. Apapun masalahnya, jawabannya Khilafah. Saya masih ingat buletin-buletin HTI era SBY yang membahas kenaikan listrik dan BBM, proyek yang mangkrak dan investasi asing, semua solusinya: Khilafah.

Pages