anies

Tragedi Kemanusiaan Jakarta

Strategi gila memakai agama sbg alat pengoyak kekuatan kebaikan yg nyata dari seorang Ahok sangat besar taruhannya, andai saja waktu itu posisi Ahok menang Jakarta bisa membara, dia kalah, sekaligus dia menjadi martir atas kelangsungan bangsa ini, dia di korbankan utk memuaskan nafsu durjana para setan pengendus yg rakus dlm kekuasaan dan kekayaan, hanya ada dua di benak kepala mereka kuasa dan harta, negara no lima.

Puncak Pertarungan Jokowi-JK

Apakah itu salah, tidak juga, tidak ada yg melarangnya, hanya akhlak yg bicara, itupun kalau masih ada. Karena sulit mengekang nafsu berkuasa, sekaligus menampik peluang usaha. Itu bedanya dia dgn Jokowi, Jokowi pengusaha yg berhenti setelah jadi politisi. Anaknya saja yg punya usaha catering tidak pernah mau menerima orderan pemda. Itu AKHLAK DAN ETIKA. Bukan aji mumpung perut gembung dada membusung.

Jangan Ngurus Bangke

Priode awal dia memimpin Indonesia fokusnya infrastruktur, sampai ada mulut prempuan murah di parlemen yg mengatakan bhw rakyat gak makan aspal alias tak butuh infrastruktur. Pak Jokowi jalan kedepan, hasilnya jalan terhampar dari Aceh ke Papua. Ribuan km jalan tol tersambung membuat orang mudah kemana-mana, kawan saya dari Sidoarjo bisa hanya mau makan tengkleng kambing pergi ke Solo pp, itulah fakta bhw aspal bisa membuat kita mudah, makan di Solo kencing di Sidoarjo dalam hitungan jam saja.

Pak Anies, Mundur Sajalah

Kepiawaian anda dlm hal tanya jawab dapat dimaklumi karena latar belakang anda adalah dosen dan sempat menjadi rektor walau khabarnya dgn jalan yg sedikit kotor. Universitas Paramadina, dimana almarhum Cak Nur yg membidaninya, namun akhirnya sang istripun harus meninggalkannya karena tiba-tiba ada gerombolan yg masuk menguasainya, dan itu termasuk anda katanya.

Mengapa Abas Begitu Perkasa di Jakarta?

Kasus di Jakarta menjadi menarik karena melibatkan uang rakyat yang super jumbo dan cara penganggaran yang super aneh, kasar dan tidak masuk akal sehat. Orang waras mana yang percaya pembelian lem Aica Aibon senilai lebih dari Rp 126 M ? Belum masalah pembelian pulpen, fee konsultan dan mata anggaran lain yang seperti memperkosa akal sehat kita. 

Siapa yang Ngehek? Anies Atau Ahok?

Sehari kemudian, Ahok menanggapi, "Sistem itu berjalan baik, jika yang input tidak ada niat mark up apalagi maling (uang rakyat)." Kok Ahok jadi agak klenik nih, komputer bisa membaca niat baik manusia? Sakti men?

Ahok mengingatkan sistem E-Budgeting yang ada saat ini bisa mengungkap data semua pemasukan dan pengeluaran yang dilakukan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD). "Untuk mencegah korupsi hanya ada satu kata, transparansi sistem yang ada," katanya.

Pages