andi arief

Si Dia Ketangkep Polisi Soal Persabuan

 

Tulisan ini juga tidak untuk mengadili atau menyalahkan AA. Saya mah, prihatin dengan soal obligasi politikus yang katanya gahar itu. Misal perbuatannya dulu baik, menjatuhkan pemimpin otoriter, dia patut dihargai. Jika kini dia terpuruk karena penyakit megaloman atau arogansi elitenya, ya, kasihan saja. Ini bukan soal kami, kita, mereka. Tapi memandang manusia secara proporsional. Dia ditangkap polisi karena apa.

Andi, Narkoba, Wanita Dan Demokrat Yang Sekarat

ilustrasi

Dalam kondisi kasat mata AA memakai narkoba, bersama wanita, dan kondom yg belum dibuka. Tiba2 waketum Gerindra meracau bahwa ini sebuah kegagalan Jokowi yg tidak bisa memberantas narkoba. Kita curiga jangan2 dia sdg on juga, karena tidak mampu membedakan pencuri merusak pagar, dgn rumah tanpa pagar. Ini contoh manusia yg suka dgn tagar tapi otaknya tak lagi segar.

Tertangkapnya Andi Arief Pukulan Terakhir Bagi SBY

 

Politisi itu kini menginap di kantor polisi. Kasusnya sedang diusut tuntas.

Kita tentu bertanya. Jika ini adalah lanjutan dari kebiasaannya yang lama, bisa dibayangkan dulu Presiden Indonesia punya staff khusus seorang pecandu narkoba. Saran seperti apa yang dulu disampaikan kepada SBY dari seorang pecandu?

Kekuasaan seperti apa yang berjalan dengan orang seperti ini di sekelilingnya?

Menyebar Hoax dengan Gaya Bertanya

 

Ajaran-ajaran agama apapun, setidaknya yang pernah saya bacai, selalu lebih menekankan ukuran pada perbuatan manusianya. Bagaimana perbuatannya, adalah cerminan kualitas pengetahuan teoritik dan etik seseorang dalam kaitan interaksi dengan kitarannya.

Di situ pendidikan dan agama tak bisa menjadi jaminan. Ada proses yang harus dinilai, bagaimana pikiran dan perbuatannya setelah ‘terdidik’ dan ‘teragama’? Bisa saja sangat tidak mencerminkan dua hal itu.

Hoax Baru Dari Pendukung Prabowo

Ilustrasi

Jadi inget narasi kubu sebelah yang bilang " prabowo pasti menang kalo ga dicurangi"

Maka dibuatlah hoax2 dan provokasi mulai dari kotak suara kardus ( yang padahal dari tahun 2014 pun dah dipake ) ampe kertas suara yang dah dicoblos... Biar nanti kalo pak prabowo kalah mreka bisa menuding mreka dicurangi... Lalu mreka bakal memprovokasi...

Pelukan Maut Sang Jendral "Kardus"

Ilustrasi

Dan lihat senyum kepasrahan bin ketakutan yang diperlihatkan Andi Arief. Terlihat pasrah berserah. Matanya layu penuh kekerdilan. Dan gigi ompong-nyapun terlihat menggigit angin. Andi Arief telah menunjukkan kelasnya sebagai petarung kelas bulu tikus. Yang sok berani mencicit di awal tapi menyerah kalah saat pertandingan belum dimulai. Dia bertekuk lutut dipiting sebuah rangkulan maut.

Cukup 1T Bisa Beli Cawapres

Praktek sogok menyogok dalam dunia politik yang konon dilakukan sembunyi-sembunyi kini sangat jelas di depan mata. Tak tahu malu, bukan hanya si penyogok, yang disogokpun pura-pura begok berlagak tak tahu menahu.

Bagi orang kecil, duit "dalam kardus" berisi 1 triliyun mungkin susah dibayangkan. Berapa "kardus" yang bakal buat bungkus pun tak terpikirkan. Bagi Wong cilik, makan satu kali di warung angkringan habis kurang lebih 10 ribu rupiah udah kenyang. Bayangkan aja jika kamu makan di warung tersebut sebanyak 100 juta kali. Tak perlu kerja, sampai mati pun duit itu bakal sisa.

Pages