ancaman

Tentang Bendera Tauhid

Ilustrasi

Kini fitnah itu datang ke Indonesia. Simbol Tauhid dipakai sebagai atribut untuk makar. Menjanjikan khilafah sebagai solusi kehidupan. Bagaikan tersihir, banyak masyarakat yang terbuai. Mulai tataran elit hingga masyarakat bawah. Dari professor hingga mahasiswa. Mereka ingin menggulingkan dan mengganti pemerintahan yang sah. Dan itu bisa menjadi pintu masuk untuk menciptakan kekacauan sebagaimana yang terjadi di Irak dan Suriah.

SP3 dan Ancaman "Murtad" Massal

Ilustrasi

Jokowi sejak awal sudah sangat siap menghadapi "ancaman" kehilangan suara.
Kalau sejak awal dia sudah takut kehilangan suara, dia tak perlu mencabut subsidi energi.
Kalau sejak awal dia sudah takut kehilangan suara, dia tak perlu repot membangun wilayah timur dan pedalaman.
Kalau sejak awal dia takut kehilangan suara, cukup manjakan pembangunan Jawa dan Sumatra, beri banyak subsidi.

PRT Syar'i dan Ancaman Main Perempuan

Ilustrasi

Pertama, sejauh pengalaman saya bekerja dari lulus SMA sampai magang sambil kuliah, dan fulltime lepas wisuda, tak pernah sekalipun bos saya mesti tahu beratnya masa lalu atau problematika saya. Saya menjaga rahasia beban hidup saya, bos tak perlu tahu itu kecuali bila tak sengaja tahu. Cukuplah ketika bekerja, bos tahu kemampuan dan komitmen kita. Itu saja.

Imunisasi Radikalisme dan Hoax

Ilustrasi

Bahkan mereka jarang sholat, karena menganggap kewajiban sholat belum tegak sebelum negara Islam tegak. Demikian juga syariat yang lain. Dan yang depresi tidak hanya anak yang jadi korban, tapi juga orang tua dan lingkungannya. Beberapa orang tua yang merasa anaknya baik-baik saja di kampus, ternyata anaknya sudah DO dengan meninggalkan banyak hutang.

Muslim Intoleran yang Meninggalkan "Sholat Berjamaah"

Pernahkah anda lihat di masjid ada sweeping tentang harus memakai baju koko, harus pakai jubbah, harus yang setuju pakai qunut, harus yang setuju bacaan basmalah dipelankan, harus yang jidatnya hitam dan lain sebagainya. Tidak ada kan? Ini menunjukkan bahwa Islam itu moderat karena di Indonesia kelompok-kelompok dalam Islam luar biasa banyaknya. Yang formal saja jumlahnya puluhan apalagi yang tidak tercatat secara resmi bahkan masih banyak yang sembunyi-sembunyi.

Kegagalan Para Pengkritik Afi Nihaya

Ilustrasi

Kalau ada kekeliruan pada tulisannya, maka sampaikan dengan dialog yang baik, tidak dengan nada intimidasi atau merendahkan. Dan beberapa tulisan yang menanggapi tulisan Afi, justru melakukan tafsir hermeneutika ala kalangan liberal. Misalnya ketika Afi disebut menganggap semua agama benar, padahal ia tidak pernah menyebut demikian.

Pages