amerika

Hubungan China dan AS

AS hanya sekedar menggertak agar China tunduk dengan AS dalam perudingan dagang. Kalaulah tujuan AS menekan China seperti menjatuhkan Irak dengan minta dukungan dari parlemen, maka itu hanya onani politik. Mengapa? Irak bukan China. Dari segi militer dan kekuatan Ekonomi, China lawan seimbang AS. Mungkin kalau AS menyerang China langsung seperti yang dilakukan ke Irak, dipastikan AS kalah. China sangat siap perang panjang. Itu sudah dipersiapkan sejak 10 tahun lalu. Misal, stok minyak China jauh lebih banyak dari AS.

Awas, Pemilu Dianggap Ajang Perang

ilustrasi

Saat ini Jokowi adalah ancaman bagi Barat sbgmn halnya Soekarno dulu. Ingat bagaimana Freeport dan Cevron direbut pemerintah yg sejak zaman Orde Baru mrk berjaya. Kejayaan yg juga tidak bisa mrk lakukan di zaman Soekarno hingga Barat berhasil menciptakan rakayasa G30S PKI demi menjatuhkan Soekarno. Yg sejak itu mulailah Era pembagian kekayaan alam negeri ini ke tangan Barat sbg imbalan jatuhnya kekuasaan Soekarno ke tangan pemerintahan Orde Baru.

Perusak Negara Iran, Syuriah, Libanon Diundang Prabowo

ilustrasi

Wesley Clark ini yg dulu pernah mengungkap bahwa Amerika akan menghancurkan 7 negara Islam dalam waktu 5 tahun. Iraq, Suriah, Lebanon, Libya, Somalia, Sudan dan terakhir Iran.
Dan ke-7 negara inilah yg penduduk nya dilarang masuk US oleh Trump, diundang untuk kuliah umum di Hambalang Horse-Donkey University, dan mereka berdecak kagum dengan klaim berkelas dunia.. 

Usir Rob Allyn Dari Indonesia

ilustrasi

Rob Allyn bukan orang sembarangan. Dia perancang kampanye George Bush untuk menjadi Gubernur Texas, dan berada di tim pemenangan Bush untuk menjadi Presiden Amerika Serikat pada tahun 2000 dan 2004. Tapi yang paling menarik adalah ketika ia menjadi konsultan politik calon presiden Meksiko, Vincente Fox yang menumbangkan Partai Revolusi Institusional yang sudah berkuasa di Mexico selama 71 tahun.

Freeport Dan Pembalasan AS

Ilustrasi

Peristiwa adanya KKB di Papua dan aksi 212 bukanlah sesuatu yang datang dadakan tetapi sudah direncanakan dengan baik oleh para proxy AS yang ada di elite politik. BIsa dilihat dari adanya senjata api dan aksi pembantaian yang sadis, yang hanya bisa dilakukan oleh tentara bayaran, bukan sekedar sipil bersenjata. Kedua , dalam aksi 212 kemarin duta besar Arab Saudi hadir ditengah tengah aksi.

Pages