Alumni 212

Para Tokoh #AntiJokowi Mulai DItolak Di Berbagai Daerah

Oleh : Stefanus Toni Aka Tante Paku

 

Kelompok ini kecil bila dibandingkan kelompok yang cinta damai di negeri ini, namun tatkala dibiarkan oleh aparat malah terlihat makin menjadi, dikiranya masyarakat takut, saat aparat pun seperti mendiamkannya. Dan apa yang mereka lakukan dianggapnya paling benar, tidak ada salahnya sama sekali. Mereka semakin berani bahkan bisa brutal bila dipicu sang orator yang pintar memanaskan hati mereka.

Maaf Saya Bukan Jokower dan Bukan Ahoker

Ilustrasi

Oke, kita kembali ke laptop ya...
Saya harap pertemuan Pak Jokowi dan alumni 212 tidak membuat kita terbelah. Baik Jokower dan Ahoker harus bisa berfikir lebih panjang. Karena menurut pendapat saya, sebagai kapasitasnya seorang Presiden boleh ketemu dengan siapa saja. Gak ada larangan dan sudah seharusnya seorang Presiden yang baik melakukan semua itu untuk kepentingan rakyatnya. Jadi ya sah-sah saja.

Jangan Percayakan Surat Al Maidah Ke Alumni 212

Ilustrasi

Karena pemaksaan opini mereka itu dipropagandakan secara gencar hanya pada masa pilgub DKI, bisa disimpulkan bahwa propaganda itu ditujukan untuk menyingkirkan Ahok belaka, bukan untuk bela islam secara murni. Ini adalah fakta yang diperkuat alasan lain yaitu ayat al-maidah yang lain yaitu ayat ke 8 yang secara tegas mengajarkan keadilan nampak jelas tidak dijadikan petunjuk.

Menanti Bebasnya Sang Petarung Politik Ahok

Ilustrasi

Pengajuan PK Ahok juga seolah membuka kesadaran baru publik mengenai pertanyaan yang mengganjal di pikirannya selama ini, mengapa Ahok dahulu harus mencabut upaya hukum bandingnya. Karena pencabutan banding merupakan strategi hukum Ahok dan pengacaranya. Jika saat itu Ahok tetap melanjutkan banding, maka Ahok hanya bisa mendapatkan dua kemungkinan: yakni, hukuman dua tahun penjara Ahok bisa dikurangi namun juga bisa ditambah.

Para Pemfitnah Tercerai Berai

Ilustrasi

Dulu mereka kompak menuduh Jokowi sebagai pemecah umat Islam tapi sekarang terlihat, bahwa merekalah yg memecah umat demi tujuan kekuasaan. Mereka menjadi berbeda kelompok antara yang pro dan kontra.

Cocot mereka yg selalu teriak demi Umat, akhirnya luntur krn terbukti jika gerakan mereka tak lebih dari gerakan mencari panggung kekuasaan dan panggung politik.

Dibohongi Pake Prabowo

Ilustrasi

"Dua hari kemudian (8 Januari 2006), beliau mendatangi Pak Jokowi (Walikota Solo) dirumahnya. Gus Dur meminta beliau untuk menjadi Presiden suatu saat nanti. Pak Jokowi yang menjabat sebagai Walikota baru 6 bulan tentu saja kebingungan. Karena untuk menjadi seorang Presiden sama sekali tak terlintas di benaknya. Tapi Gus Dur meyakinkan bahwa jika Tuhan berkehendak, apapun bisa terjadi. Beliau memilih Jokowi karena dianggap sebagai pemimpin yang ikhlas bekerja.

Pages