aksi bela islam

Kalau Sudah Begini, Siapa Yang Tanggung Dosanya?

Ilustrasi

Andai sejak awal gagasan demo ini tidak dicetuskan mungkin hal seperti ini tidak akan terjadi, dan alangkah baiknya berjuang menegakkan Agama Islam sesuai dengan cara yang disunnahkan yakni menegakkan Tauhid dan beramal Sholeh, insyaallah banyak mendatangkan Mashlahat bagi umat ini, waalahua'lam.

Allah Azza Wa Jalla berfirman:

Aksi Bela 212 Tempo Hari Haram

Ilustrasi

 Entah dapat berapa kalau uang sebesar itu dibelikan onde-onde semua. Kalau ini kejadian, mgkn eyang 2 hari dua malam geleng-geleng ga berhenti-berhenti. Apalagi eyang denger berita santer kalau Hamzah dan Abu Tours & travels ini merupakan donatur 212. Ya masak ngakunya bikin aksi bela islam tapi biayanya pake duit haram? Islam yang mana yang ngajarin gitu itu, kayak ga ada cara lain buat nyari biaya aksi bela islam aja.

Prabowo Islami?

Ilustrasi

*) Ini kalau pakai ukuran-ukuran mereka ya, saya sendiri tidak pernah pakai ukuran-ukuran seperti itu tentang Islami, saya pakai ukuran-ukuran Islami seperti: tidak korupsi, bersih, melayani kepentingan rakyat, motivasinya bukan karena ego pribadi, dsb.

Berita dibawah mungkin bisa sedikit menjelaskan bagaimana dan siapa-siapa saja narator cerita diatas.

MUI Kerja untuk Umat, Bukan Politisasi Ayat, Tolak Sholatkan Mayat Apalagi Main Pecat

Ilustrasi

Fenomena penolakan jenazah merebak diberbagai tempat. Meski tokoh agama, NU dan Muhammadiyah menyarankan tidak mempolitisasi rumah ibadah maupun menyangkutpautkan jenazah dengan pilihan politik, mereka tetap tidak surut. Yang mencuat menjadi polemic yakni ditolaknya nenek Hindun disholatkan di musholla dekat rumahnya. Imam masjid sendiri menyolatkan dirumah nenek Hindun dan tidak membawa ke musholla.

Aksi Bela Islam ala Muslim Jakarta vs “Kafir” New York

Di saat umat Muslim Indonesia mengecam keemimpinan non-Muslim secara diskriminatif, umat non-Muslim di Amerika Serikat justru mengecam perlakuan tidak adil oleh pemerintah atas umat Muslim di sana. Mereka, yang oleh kita selalu disebut kafir dan musuh Islam, ternyata berani membela hak-hak umat Islam yang minoritas dan tertindas oleh kebijakan Trump.

Pilkada dan Kezaliman di Balik Topeng Kesalehan

Meski demikian, aku menyaksikan hal yang berbeda. Linimasa di jagat sosmed menampilkan wajah tak ramah. Perbedaan masih saja disikapi dengan marah-marah dan puncaknya kerap kali menuding pendukung petahana sebagai kaum munafik yang diharamkan menshalatkan jenazahnya.

Aku memilih bersuara demi Ibukota tercinta, Ibukota yang gagah menjadi sculpture Indonesia Raya. Maka dalam konteks Indonesia yang bukan negara agama, penjelasanku berikutnya semoga dapat membuka mata hati kita semua.

Ini Alasan Mengapa PBNU Kontra terhadap Aksi Bela Islam

Mengamini apa yang seringkali disampaikan Ahmad Baso dalam buku-bukunya, bahwa hari ini NU sedang digempur oleh wahabisme di satu sisi dan digempur oleh liberalisme di sisi lain. Isu-isu tertentu sengaja ditiupkan ke masyarakat Nahdliyin oleh kedua pihak tersebut, maupun pihak-pihak lain yang bersekutu dengan keduanya, demi menginfiltrasi NU. Nahdliyin yang awam dalam memahami prinsip-prinsip kemoderatan NU, dapat terinfiltrasi doktrin-doktrin di luar NU. Tidak heran jika kemudian Rais Aam KH Makruf Amin seringkali berpesan dalam berbagai kesempatan, “La radikaliyan wa la liberaliyan”.

Pages