Akhlak

Akhlak Lebih Mulia dari Ilmu?

Akhlak memang lebih mulia dibanding ilmu, tapi yang perlu diperhatikan, terbentuknya akhlak diawali dari proses mendapatkan ilmu. Sederhananya, orang baru bisa memiliki akhlak setelah mendapatkan ilmu. Lebih mudahnya, orang yang memiliki ilmu yang tinggi lebih berpotensi memiliki akhlak yang baik dibanding orang yang tidak memiliki ilmu, meskipun terkadang ada kasus yang berbeda. Namun umumnya, semakin tinggi ilmu seseorang, maka akan semakin berakhlak.

Meruwat Akhlak

Pikiran kita masih segar mengingat kejadian 21,22 Mei yll, dimana Jakarta mau dibuat membara, ada jendral nyusupin senjata, ada jenazah batu diangkut ambulance gerindra, ada ratusan perusuh, dsb. Itu ulah siapa, walau akhirnya setelah Tito bilang polisi ewuh pakewuh kepada senior, perkaranya menguap entah kemana. Kami rakyat ini ya gak bodoh-bodoh amat, hanya kami tak leluasa berbuat, apalagi diwilayah kalian yg bgt padat akan kepentingan sesaat dmn kalian tak mengenal akhirat krn kalian kebanyakan pakai jimat.

Beragama Dengan Waras

ilustrasi

Dan yang terakhir tentang mencintai semua makhluk hidup itu Harus dan Wajib, bermakna kita juga menghargai penciptanya. Karena hakikatnya tidak mungkin Allah "teledor" dan menciptakan "produk gagal". Pasti ada makna dibalik terciptanya makhluk bernama Anjing. Bahkan dalam Al Qur'an, anjing disebutkan sebagai salah satu binatang yang akan masuk Surga dalam kisah Ashabul Kahfi. Tidak hanya itu, adapula kisah Nabi Nuh (ratapan) yang menyesal telah menghina Anjing yang buruk rupa.

Identifikasi Moralitas Adalah Hasil Dan Bukti

ilustrasi

Masyarakat Hong Kong tidak umum berbicara persoalan ahlak dan moralitas dogmatis, seperti kebanyakan masyarakat kita yang hobi sekali mengaitkan segala tindakan dengan ahlak dan moral, dan menilai serta menghakimi tindakan, ucapan, tulisan orang lain dengan parameter ahlak. (bulan puasa yang akan datang dijamin makin marak keusilan ini)

Hafal Al Qur'an Bukan Satu-Satunya Bekal Agama

ilustrasi

Jawabnya bukan hafal Al-Quran. Justru paham dan tahu hukum agama. Hafal Al-Quran sifatnya nilai plus saja. Tapi menguasai ilmu-ilmu seputar hukum agama justru wajib dan mutlak tidak boleh diabaikan.

Keliru besar kalau hanya melahirkan generasi hafal Quran, tapi jahiliyah dalam hukum-hukum agama. Ini namanya beragama secara nyungsang.

Pages