akal

Agama dan Akal

Ilustrasi

Anehnya, di zaman akhir ini ada beberapa Ustadz Cap Karbet Label Mie Instan yg seenaknya berfatwa bahwa "Islam itu sumber hukumnya adalah cukup Qur'an dan Hadits bukan Akal" padahal dalam aya-ayat Al-Quran banyak bertebaran yg menunjukkan agar manusia berfikir atau menggunakan akalnya. Bahkan tak jarang yg asal vonis memvonis sesat menyesatkan kepada Imam Al-Asy'ari Rahimahullah dan para pengikut beliau.

Habib Ali Al Jufry, Amien Rais dan Takfirisme Indonesia

Ilustrasi

Petuah ini seakan pas dengan kasus-kasus di negeri ini. Menggunakan masjid untuk kampanye politik kekuasaan dan provoksi. Mengutib ayat-ayat dan jargon-jargon agama demi kepentingan politik kekuasaan dan kelompoknya.

Dikotomi Partia Allah dan Partai Syaiton dalam kampanye politik-kekuasaan. Padahal yang diusungnya serta lawannya bisa jadi sama-sama partai Syaiton.

Akal Ustad Felix Siauw

 

Bukan...bukan karena beliau muallaf saya menilainya bukan rujukan yang pas tentang Islam. Tapi karena beberapa "fatwa"-nya saya liat justru gak mencerminkan Islam yang saya percayai, yakni Islam ramah, damai-mendamaikan, humanis dan rasional.

Sebagai Muslim jujur saya senang jika ada yang masuk Islam. Tapi saya jadi sedih jika ada muallaf yang suka menjelek-jelekkan agama lamanya, mempreteli aib Kitab Suci agama lamanya, atau menelanjangi akidah-teologis agama lamanya.

Kedudukan Akal dalam Alquran-Hadist

Penghargaan terhadap akal bisa kita peroleh di dalam Al-Qur’an. Tidak sedikit ayat yang menganjurkan dan mendorong manusia agar manusia menggunakan akal-nya untuk berfikir. Kata-kata yang mengandung arti berfikir, selain dari kata akal, terdapat banyak jumlah-nya di dalam Al-Qur’an, seperti “dabbara” (merenungkan) dalam 8 ayat, “faqiha” (mengerti) dalam 20 ayat, “nazara” (melihat secara abstrak) dalam 30 ayat, dan “tafakkara” (berfikir) dalam 16 ayat. Kata-kata yang berasal dari kata ‘aqala dijumpai pada lebih dari 30 ayat.

Nikmat Akal

Oleh : Denny Siregar

"Menariknya dunia ini ia seperti sarang laba-laba raksasa..

Lekatannya sangat kuat dan sulit untuk keluar dari perangkapnya. Sekali kita merasakan manisnya, kita terus merasa haus dan haus untuk terus mereguknya. Itulah kenapa kita selalu menemukan orang2 yang tamak dan serakah, karena rasa hausnya tidak pernah selesai.

Kelekatan jiwa kita dengan dunia menjadikan nafsu kita semakin berkuasa. Keinginan kita tinggi dan angan kita panjang. Semakin kuat nafsu berkuasa terhadap diri kita, maka kita perlahan berubah menjadi binatang.

Atas Nama Tuhan

Oleh: Denny Siregar

 

Seorang teman nasrani pagi ini bertanya kepadaku, "jika Islam adalah agama damai kenapa timur tengah terus menerus bergolak? Yang perang ya sesama Islam. Lalu di mana ajaran damainya?

Saya tersenyum. Terkadang begitu banyak faktor dalam sebuah masalah, tetapi manusia cenderung mengambil satu faktor saja dan kali ini temanku hanya berpegang pada faktor agama.

Pages