ahy

Di Balik Kekalahan AHY

Kita melihat Agus dengan ucapannya yang tertata, kendati masih kaku, tetapi begitulah panggung untuknya: resmi, sebisanya hindari sentuhan yang serba mendadak dan responsif, persis sebagaimana pendidikan militer membentuknya. Ia kewalahan dalam tiga debat; ia selalu mengulangi frasa yang sama ketika kesulitan menjawab pertanyaan warga dan wartawan di masa kampanye; ia limbung di sebuah pemilihan gubernur Jakarta yang paling sengit dan hanya bisa ditandingi oleh pemilihan presiden 2014 lalu.

Mau Jadi Cicak Apa Burung Pipit?

Untung saya sadar bahwa saya tidak punya sorban dan saya juga sama sekali tidak paham soal ‘hek menghek’. Lha wong kalau memori HP saya penuh saja saya sudah kelabakan apalagi kok soal hacking antar negara macam begini. Mana pahamlah awak ini…! Tapi hati saya menenangkan, “Yang penting ghirrah untuk berjihadnya, Bung! Niat saja sudah dapat pahala. Apalagi kalau ikut menyebarluaskan ajakan jihad fisabilillah ini. Ingat! Ini masalah hidup dan matinya umat Islam dan siapa yang tidak tergerak hatinya insya Allah hidupnya seperti cecak dalam kisah Nabi Ibrahim.

Masa Depan Politik Masih Terbuka Lebar untuk AHY

Apalagi politik Jakarta yang penuh gejolak, banyak tikus, musang dan kupu-kupu. Dibutuhkan pengalaman untuk mengenali setiap tikungan agar bisa membaca arah angin. Setidaknya bisa membaca kenyataan adalah kenyataan. Dan laporan yang masuk dari sekelilingnya bisa saja berbeda dari kenyataan.

Tapi apapun hasilnya, Agus sudah mencicipi riuhnya demokrasi. Setidaknya itu bisa menjadi bekal buat karir politik selanjutnya. Mungkin saja SBY tidak lagi ragu menurunkan tahta Partai Demokrat pada putra sulungnya ini.

Waspadalah, Ahok!

Sulitnya mendata pemilih karena banyak pendukung Ahok yang tinggal di apartemen2, rusun dan komplek perumahan. Ketika didatangi, mereka tidak ada di tempat dan juga tidak melaporkan keberadaan mereka.

Mereka baru datang saat pencoblosan siang hari dan - tentu saja - kehabisan surat suara. Sedangkan panitia yang berada di TPS dengan ketat mengikuti peraturan KPUD.

Ini menjadi PR bersama antara warga dan relawan Ahok.

Wahai Rakyatku...

Tapi jangan menghakimi Pepo kejam telah membunuh karir militer Agus ya.. 
Pepo nggak sebodoh itu..

Sadar atau tidak, 4 bulan ini, nama Agus Harimurti Yudhoyono sudah diiklankan habis-habisan dengan dana fantastis ratusan milyar..

Nama AHY sekarang sudah dikenal secara nasional..

Investasi yg cukup "murah" untuk branding nama Agus di tingkat politik nasional.. dalam waktu hanya 4 bulan saja..

Pages