ahoker

Jangan Menghasut Ahoker, Justru Merugikan

"Seharusnya jangan dilakukan. Pendukungnya Ahok itu banyak. Selama ini mereka tiarap, karena Ahok ada di Mako Brimob. Mengusik mereka dengan isue ajakan golput justru membangunkan macan tidur. Syahwat politik mereka yang lama tidak aktif mendadak dirangsang lagi. Memang awalnya kecewa dan terbujuk untuk golput. Namanya juga emosional. Tapi saat nanti Ahok muncul di panggung kampanye berdampingan dengan Ma'ruf Amin, mereka akan kembali rasional. Batal golput dan tetap memilih Jokowi."

Maaf Saya Bukan Jokower dan Bukan Ahoker

Ilustrasi

Oke, kita kembali ke laptop ya...
Saya harap pertemuan Pak Jokowi dan alumni 212 tidak membuat kita terbelah. Baik Jokower dan Ahoker harus bisa berfikir lebih panjang. Karena menurut pendapat saya, sebagai kapasitasnya seorang Presiden boleh ketemu dengan siapa saja. Gak ada larangan dan sudah seharusnya seorang Presiden yang baik melakukan semua itu untuk kepentingan rakyatnya. Jadi ya sah-sah saja.

Pentingnya Melek Politik, Afi!

 
 
Negeri ini kemudian disibukkan pertarungan-pertarungan politik kekuasaan. Isu-isu yang menyertai Habibie, Gus Dur, Megawati, berada dalam bandul antara nasionalisme dan agamaisme. PDIP menang dalam Pemilu 1999, tapi harus tersingkir dan tersandera isu politik identitas yang dimainkan (lagi-lagi) Amien Rais, dengan Poros Tengah, sebagai jalan politik dalam menggusur Megawati. Gus Dur adalah ikon strategis waktu itu.
 

Pages