ahok djarot

Ini Dia Penyebab Kekalahan Ahok

 Oleh : Stefanus Toni Aka Tante Paku

Pilkada DKI Jakarta ini memang dibilang paling keras dalam menyerang pesaingnya, istilahnya sudah tidak ada lagi etika demokrasi, walau mulut manis tapi kenyataannya sangat sadis. Itu semua karena mereka yang tampil dalam Pilkada itu tidak berpikir untuk menjadi pemimpin untuk kesejahteraan rakyatnya, melainkan apapun caranya harus bisa berkuasa!

Anies yang Takut dengan Kata-Kata

Tapi, ketika orang tampil di acara TV yang dapat direkam dan dianalisa omongannya, sekadar kelincahan retorika tidak lagi mencukupi. Apalagi dalam sebuah acara debat kampanye Pemilihan Gubernur yang memperbincangkan program kerja.

Inilah masalahnya. Kelincahan olah kata tidak cukup memadai jika harus menjelaskan program yang detil, terukur, dan komprehensif. Sebab dia harus memahami target dan tujuan program. Juga bagaimana cara melaksanakannya, berapa biayanya, apa dampaknya, serta siapa yang disasar.

Siasat Ahok-Djarot dan Anies-Sandi Berkampanye Putaran Dua

Selain itu, pemantapan program andalan Anies-Sandi, yakni OK-OCE tetap akan menjadi menu utama yang disajikan oleh kandidat paslon nomor 3. Selain itu, program KJP Plus juga akan terus disosialisasikan kepada masyarakat. Dan yang ketiga program adanya DP 0 rupiah yang sempat menjadi perdebatan.

Jurus Ahok Menang Lawan Anies

Kader partai pendukung Ahok terlalu manja, mereka melihat relawan bergerak mereka klaim mesin partai yang bergerak, padahal jelas berbeda antara relawan dan kader partai. Partai seharusnya mengumpulkan kader kadernya untuk setia pada komitmen partai mendukung Ahok kemudian menekankan agar kadernya memobilisasi massa sampai ketingkat RT dan RW, tapi ini tidak dilakukan

Mengapa Relawan Bara-JP Mendukung Ahok-Djarot?

Oleh: Birgaldo Sinaga
 

Banyak yang bertanya tanya, BaraJP memilih siapa dalam kontestasi pilkada DKI? Sejatinya BaraJP adalah pendukung militan Ahok sejak Jokowi mencalonkan diri menjadi Capres. Jokowi Ahok adalah satu kesatuan. Sejiwa, senafas, sepikiran dan tindakan dalam membangun Jakarta.

Keberpihakan itu dibuktikan BaraJP saat Ahok akan diganggu oleh salah satu ormas yang ingin menghentikan pelantikannya sebagai gubernur November 2014, BaraJP membentuk FPA Front Pembela Ahok untuk melawan ormas itu.

Panaskan Jakarta !

Oleh : Denny Siregar

"Ahok dan Jarot pasti menang !"

Begitu euphoria sebagian teman2 ketika PDIP mengumumkan dukungannya kepada pasangan ini. Saya rasa terlalu dini untuk menyimpulkan itu meski ada sedikit benarnya.

Kalau dilihat dari hitung2an kursi, Ahok memang lebih unggul ketika PDIP masuk. Ahok sebelumnya sudah mengantungi 24 kursi dari Golkar, Nasdem dan Hanura. Jika PDIP yang punya 28 kursi bergabung, maka total kursi yang mendukung Ahok 52. PKB kabarnya juga mau gabung jadi total 58 kursi.

Ahok Kembali ke Partai, Why Not?

Oleh: Birgaldo Sinaga
 

Dalam perjuangan saya selalu fokus kepada result oriented, hasil. Semua dihitung berdasarkan kalkulasi yang cermat, dihitung menyeluruh dgn hitungan yang paling masuk akal mendekati terbaik.

Kekuasaan itu diperjuangkan untuk direbut. Bukan untuk gagah gagahan atau kemegahan pribadi, tapi agar kekuasaan itu bisa ditangan orang yang tepat hingga tujuan kekuasaan itu memberi manfaat bagi kesejahteraan umum terwujud.

Pages