Agenda Khilafah

Awas , PKS Partai Pengusung Prabowo-Sandiaga Ditunggangi Organisasi Terlarang HTI

Keterlibatan HTI dalam #2019GantiPresiden juga tidak bisa ditutupi manakala di sejumlah daerah  terdapat tagar GantiPresiden terdapat  pula logo PKS dan HTI. Misalnya di Kabupaten Bandung, spanduk bertulis 'Ganti Sistem - Deklarasi 2019 Ganti Presiden - Jawa Barat Saatnya Khilafah Ditegakkan' terpasang di pertigaan Jalan Raya Warung Lobak, Gandasoli, Soreang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

Ahmad Dhani Mati Kutu

Lucu bin ajaib kalau hari gini masih teriak-teriak ganti presiden di jalan dan itu merasa menjadi hak oposisi dan hak berdemokrasi. Dia dan konco-konconya lupa bila itupun hak masyarakat untuk tetap mendukung petahana melanjutkan 2 periode. Terlebih cara-cara yang tak elok serta provokatif dan meresahkan masyarakat bisa menimbulkan perpecahan persatuan warga negara.

Radikalisme: Antara Suriah dan Indonesia

Keberhasilan kelompok radikal dalam membabakbelurkan Timur Tengah menginspirasi kelompok radikal di berbagai belahan dunia lain. Jejaring mereka semakin aktif di Asia, Eropa, Afrika, Amerika sampai Australia, berusaha memperluas kekacauan ke berbagai wilayah, dengan harapan bisa mewujudkan cita-cita utopis mereka; mendirikan khilafah di seluruh muka bumi.

Agenda Besar Khilafah Di Balik Gerakan #2019GantiPresiden

Dengan dukungan HTI tersebut, agenda tersembunyi gerakan #2019GantiPresiden patut di duga tidak hanya  sekedar bertujuan untuk menganti presiden atau asal bukan Jokowi semata, tetapi lebih besar lagi untuk menganti sistim Negara ini. Hal itu tidak mustahil karena Mardani Ali  Sera pernah secara terbuka selain mendegungkan  #2019GantiPresiden juga #2019gantisistim.  Mardani Ali Sera, politikus PKS inilah  yang menginisiasi #2019GantiPresiden .

Khilafah Islamiyah dan Sejumlah Ketidakmungkinan

Jika pun persoalan itu selesai dan disepakati oleh semua golongan, maka ribuan persoalan berikutnya yang melahirkan ribuan pandangan dengan hujjahnya masing-masing harus dipertarungkan. Apalagi, jika dilihat lebih jauh, alih-alih melenturkan dirinya sehingga menjadi payung pemersatu yang cukup besar, Hizbut Tahrir bukan hanya menegasikan ideologi yang jelas berbeda secara mendasar, namun juga mengeksklusi “teman seperjuangan”-nya yang memilih metode berbeda untuk memperjuangkan syariat Islam.

Dibalik Tangisan "Bombay" Deddy Mizwar"

Ilustrasi

Oleh : Josef H Wenas

Ada yang hal sama antara drama “Tangisan Deddy Mizwar” yang dicemooh banyak orang belakangan ini, dengan lagu-lagu dangdut semacam “Hamil Sama Setan” (Ade Farlan), “Paling Suka 69” (Julia Perez), “Wanita Lubang Buaya” (Mirnawati), “Mobil Bergoyang” (Asep Rumpi dan Lia MJ), “Hamil Duluan” (Tuty Wibowo).

Dalam bahasa dagang mereka semua berbicara kepada pasar yang sama. Sedangkan dalam bahasa politik, konstituen yang sama.

Pages