agama

Islam Nusantara Diterima Oleh Tokoh Ulama Internasional

Demikianlah ciri khas sebagian umat Islam di negeri kita yang cenderung lebih suka menerima apa saja yang datang dari luar negeri, seperti HTI misalnya, meskipun tidak tahu apa manfaat dan bahayanya, dari pada apa yang murni digagas oleh tokoh-tokoh muslim nasionalis yang paling berpengaruh di negeri sendiri.

Kupas Tuntas Metodologi Cuci Otak-Ghazwul Fikri

SENJATA UTAMA : JARGON
Kalau anda menyaksikan ikhwan atau kader Tarbiyah sangat piawai menciptakan jargon, tidak perlu heran. Penanaman jargon kepada otak kader secara terus menerus merupakan bagian yang tak terpisahkan. Hal ini sebenarnya lumrah saja dan dilakukan di berbagai organisasi,--termasuk partai politik. Perbedaannya, --dalam pola kaderisasi tarbiyah--, jargon diciptakan dengan meminjam ungkapan-ungkapan agama, sehingga ia menjadi suci lagi mensucikan.

Mengulik Muslim Melenia Mudah Terpapar Radikalisme

Sebetulnya cukup sukar memahami pola pikir Dita dan Siska. Mereka masih muda, akrab dengan sosial media, juga terpelajar (diketahui Siska kuliah di UPI Bandung). Mestinya mereka bisa menjadi bagian dari generasi muda Islam yang terbuka, toleran dan moderat. Tapi fakta menunjukkan sebaliknya.

Orang Yang Puber Agama

Saking bodohnya saya, sampai menganggap rendah keimanan dan keislaman manusia luar biasa seperti KH. Gus Dur, Habib Muhammad Quraish Shihab dan banyak lagi yg lainnya. Jika ada orang2 seperti saya yg dulu ini, itu tanda-tandanya puber agama. Ingat, puber agama gak tergantung umur, bisa baru baligh hingga kakek-nenek. Puber agama gak mengenal tingkat pendidikan, ada yg gak bisa baca hingga yg S2-S3 di Jepang, Jerman, USA.

Pages