agama

Banyaknya Ustadz Medsos dan Televisi, Lantas Kepada Siapa Kita Belajar Islam?

Seorang guru, yang benar-benar guru, ia menjadi pamong yang ngemong. Jiwanya hadir untuk menyentuh jiwa-jiwa para muridnya. Ia tidak hanya hadir secara fisik tetapi juga hadir secara batin.

Seorang guru, yang benar-benar guru, di kala sepi, ia melangitkan doa untuk murid-muridnya. Hatinya sungguh risau dan gelisah saat melihat murid-muridnya tak mengalami kemajuan spritual.

Upaya Glorifikasi Teroris Dan Media

Ilustrasi

Glorifikasi atau pengagungan kepada teroris baik yang sudah dieksekusi mati atau yang belum masih terjadi. Entah secara sadar atau tidak, menyebut pelaku teror dengan harum adalah bentuk dukungan kepada aksi terorisme. Hal itu bisa dilakukan oleh kelompok teroris yang radikal atau awam. Namun yang pasti, glorifikasi adalah salah satu bentuk radikalisasi.

Catat Felix Siauw, Dakwah Tidak Sesempit Argumenmu Itu !

Lazimnya para Kiai-kiai Nusantara, berdakwah bukan hanya berfatwa urusan halal-haram, boleh tidak, Khilafah-Demokrasi. Dakwah tidak sesempit itu. Dengan kata lain, masih banyak cita-cita kemanusiaan dan peradaban yang bisa digali dalam Islam dan lalu dikonsolidaskan lewat dakwah. Sehingga yang menjadi titik tekan adalah kesantunan, keramahan, kedamaian dan pengembangan dari visi-misi Kanjeng Nabi Muhammad yang rahmatan lil ‘alamin serta shalih li kulli zaman wa makanlainnya.

Agama Kental Manis

Ilustrasi

Waktu pilkada DKI juga ada kasus serupa, yakni demo bela agama yang sebenarnya sama sekali tidak mengandung agama, kental muatan politik dan kepentingan, hasilnya masyarakat JKT58 itu tertipu juga dengan produk agama kental manis yang sama sekali tidak mengandung agama, hasilnya mereka di anugerahi gubernur seiman yang ngaku pribumi padahal keturunan timur tengah yang sampai saat ini sudah banyak prestasi, dari rumah DP NOL PERSEN dan modal usaha yang fiktif, trotoar yang di jadikan lapak jualan, parkir liar, becak, pelaya

Pages