agama

Beragama Melampaui Formalisme dan Substansialisme

Sementara itu, kaum substansialis menganggap agama bukan segalanya. Bagi mereka, spiritualitas jauh lebih utama. Dan memang ini adalah cirinya: mereka suka membedakan antara agama dan spiritualitas, seolah yang terakhir lebih murni daripada yang pertama. Sudah tentu mereka melihat ritual, syariat, liturgi, kanon, dan berbagai teks ajaran agama lainnya sebelah mata. Dalam keseharian mereka sering disebut sekuler, pluralis, atau liberal. 

Fundamentalisme

ilustrasi

Ada sebuah kekuatan besar, dugaan saya, yang hendak membasmi fundamentalisme. Jokowi dan NU bergerak cepat dengan mengusung Islam Nusantara. Tugas mereka selama 5 tahun ke depan adalah menghidupkan konsep tersebut untuk dihirup mayoritas muslim negeri ini. Masalahnya, itu cuma NU. Bagaimana dengan Muhammadiyah dan berbagai sekte lain?

Beragama Dengan Waras

ilustrasi

Dan yang terakhir tentang mencintai semua makhluk hidup itu Harus dan Wajib, bermakna kita juga menghargai penciptanya. Karena hakikatnya tidak mungkin Allah "teledor" dan menciptakan "produk gagal". Pasti ada makna dibalik terciptanya makhluk bernama Anjing. Bahkan dalam Al Qur'an, anjing disebutkan sebagai salah satu binatang yang akan masuk Surga dalam kisah Ashabul Kahfi. Tidak hanya itu, adapula kisah Nabi Nuh (ratapan) yang menyesal telah menghina Anjing yang buruk rupa.

Kegaduhan Di Paris, Damascus, Caracas, Hongkong Dan Indonesia

ilustrasi

Lantas apakah aksi menentang RUU Ekstradisi itu cukup beralasan? Padahal Hongkong termasuk negara teraman di dunia dengan angka kriminal yang rendah. Ya! Kecuali satu hal, yaitu Kejahatan Pencucian Uang. Hongkong termasuk salah satu negara surga penyembunyi aset. Bahkan menjadi ladang basah para bankir elit dunia.

Pages