Adu Domba

Habib Ali Al Jufry, Amien Rais dan Takfirisme Indonesia

Ilustrasi

Petuah ini seakan pas dengan kasus-kasus di negeri ini. Menggunakan masjid untuk kampanye politik kekuasaan dan provoksi. Mengutib ayat-ayat dan jargon-jargon agama demi kepentingan politik kekuasaan dan kelompoknya.

Dikotomi Partia Allah dan Partai Syaiton dalam kampanye politik-kekuasaan. Padahal yang diusungnya serta lawannya bisa jadi sama-sama partai Syaiton.

Kematian Sengkuni

Ilustrasi

Pada hari terakhir Baratayuda, Sangkuni bertempur melawan Bima. Kulitnya yang kebal karena pengaruh minyak tala bahkan sempat membuat Bima sulit mengalahkan Sengkuni. Penasihat Pandawa selain Kresna, yaitu Semar muncul memberi tahu Bima bahwa kelemahan Sangkuni berada di bagian dubur, karena bagian tersebut dulunya pasti tidak terkena pengaruh minyak tala. Bima pun maju kembali. Sangkuni ditangkap dan disobek duburnya menggunakan Kuku Pancanaka yang tumbuh di ujung jari Bima.

Saatnya Jokowi Menjawab

Ilustrasi

Usang sekali bila di era kompetisi global seperti ini belum bisa bersaing secara sehat, atau adu gagasan, malah menerapkan politik identitas yang berujung menyesatkan rakyat. Betapa tidak Indonesia yang berhutang sejak era orde lama, dan ratio hutang terbesar ada di era SBY, tapi justru Jokowi yang disebut raja hutang. Isu bocor 1000 trilliun pertahun diulang lagi, padahal yang benar 11 ribu trilliun uang pengusaha yang disimpan di luar negeri.

Menjadi Jihadis Medsos Ala MCA

Ilustrasi

Menghajar grup medsos/website produsen hoax, penyebar kebencian seperti ini jauh lebih hemat energi ketimbang harus debat, counter attack, diskusi panas, adu urat dengan para korban hoax, apalagi mengorbankan persaudaraan dan persahabatan. Terlalu sayang... apalagi penyebar hoaks itu sebenarnya adalah korban dari pembuat hoaks. Dosen gaptek, ustadz dan jamaah polos itu hanyalah korban dari ketidaktahuannya. Beritahu dengan sopan, ramah tanpa sedikitpun menyerang wibawanya.

Ceramah Ustadz Fadlan Garamatan Malah Mengusik Orang Asli Papua

Ilustrasi

Sebagai sesama orang papua saya harap saudara Ustadz ini bisa mempertanggung jawabkannya. Minimal dia bisa menunjukan tempat komunitas masyarakat yang dimaksud. Kalau dia ustadz ini berdakwah di Baliem, kampung di Baliem itu dimana. Mungkin saudara saudara saya yang muslim dari Baliem bisa minta ustadz ini untuk menunjukan tempat dakwah agama Islam.

HTI Berkamuflase Dari Papua

Ilustrasi

Sebagaimana kita ketahui bersama, pengadilan HTI beberapa waktu lalu sempat ramai di medsos. Gus Guntur Romli dan kiai Ishomuddin menjadi target lontaran miring dan fitnahan selepas beliau berdua menjadi saksi di PTUN. Dan setelah kesaksian yang membungkam itu, kini ada sebaran video ceramah seorang ustadz yang ada label bendera HTI yang diakhir videonya terkesan nasionalisme banget.

Novel Bamukmin Asal Bicara Di Mata Najwa

Ilustrasi

Semoga yg mereka lakukan bukan instruksi langsung dr struktur partai.. dan semoga bukan karena ketidakmampuan dlm mengurusi internal partai yg sedang “saling tusuk dan berperang” maka dialihkanlah energinya utk tetap menyerang “lawan partainya” menggunakan hoax, fitnah, kebohongan, serta caci maki (sekaligus menutupi Kebobrokan kondisi internal) dengan MENUNGGANGI agama dan orang2 yg sebenarnya punya niat lurus dlm membela agama..

Pages