Abdurrahman Wahid

Gus Dur, In Memoriam

 

Baru itu saya mendengar sebuah cetusan lugas dan jujur dari seorang tokoh yang membuat saya tertawa terbahak. Kata itu sebenarnya sudah ada di benak, tetapi hanya Gus Dur yang mempu mengeluarkannya dengan tepat.

Ada kerinduan dari hati kecil saya terhadap sosok seseorang yang bisa bersuara jujur ditengah muaknya saya dengan kemunafikan. Gus Dur adalah mentor imajiner saya dalam mengeluarkan tusukan-tusukan kata yang lembut tapi menikam.

Istana Terbuka Seperti Jaman Gus Dur, Kenapa Jokowi Dituduh Anti Islam?

Ilustrasi

Di tahun 2017, setidaknya ada 9 komunikasi dengan kelompok Islam di istana negara. Pertama menjamu Pengurus Muhammadiyah (13 Februari), menerima kunjungan Raja Salman Arab Saudi (1 Maret), bersilaturrahmi dengan pimpinan PB Al Wasliyah (4 april), bertemu tokoh dan ulama jelang pilkada DKI (17 April), Bertemu ulama GNPF MUI (25 Juni), bertemu 9 ulama panitian Halaqah Nasional (13 Juli), berkomunikasi dengan Ulama se Kalbar (27 Juli), menggelar Dzikir kebangsaan 1000 Ulama (1 Agustus), dan menemui 40 kyai dan ulama jateng (13 September).

Kyai-Kyai NU Lebih Sering Jadi Sasaran Fitnah

Ilustrasi

Gus Dur terdiam sambil memandang ke Pak Said yang juga terdiam mendengar wejangan Gus Dur tersebut yang sebelumnya tidak disangka sama sekali. "Tapi sampeyan tidak usah khawatir karena fitnah itu cuman sebentar dan NU akan menemukan lagi kejayaannya," sambung Gus Dur yang disambut tawa keduanya.

Infiltrasi Islam Garis Keras ke Muhammadiyah

 

Gerakan garis keras transnasional dan kaki tangannya di Indonesia sebenarnya telah lama melakukan infiltrasi ke Muhammadiyah. Dalam Muktamar Muhammadiyah pada bulan Juli 2005 di 
Malang, para agen kelompok-kelompok garis keras, termasuk kader-kader PKS dan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), mendominasi banyak forum dan berhasil memilih beberapa simpatisan gerakan 

Pages